DENPASAR | Dunia News Bali – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20, MCW News menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada sejumlah lembaga sosial di Bali, Sabtu (11/4/2026). Aksi ini menjadi wujud kepedulian sekaligus komitmen MCW News untuk terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat yang membutuhkan
Penyaluran bantuan dilakukan di tiga lokasi, yakni Yayasan Bhakti Senang Hati di Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar; Yayasan Batu Penjuru di kawasan Biaung, Gianyar; serta Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Bali di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Paket bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, gula, mi instan, hingga biskuit.
Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Pemimpin Umum MCW News, Jeffry Karangan, bersama Redaktur Ady Irawan dan jajaran redaksi yang turut terlibat dalam proses distribusi bantuan kepada para penerima.
Jeffry Karangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas perjalanan MCW News yang telah memasuki usia dua dekade. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat, meskipun dalam skala terbatas.
“Melalui kegiatan berbagi ini, kami ingin sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi semangat kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Bhakti Senang Hati, Ida Bagus Nyoman Sancaya atau yang akrab disapa Gus Mang. Ia menilai dukungan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pembinaan penyandang disabilitas di yayasan yang telah berdiri lebih dari dua dekade itu.
Menurutnya, saat ini yayasan membina sekitar 120 orang dengan berbagai kondisi disabilitas, meskipun hanya sekitar 20 orang yang dapat tinggal di asrama karena keterbatasan fasilitas. Dengan delapan kamar yang tersedia, setiap kamar diisi dua hingga tiga orang.
Gus Mang menjelaskan, para warga binaan berusia antara 13 hingga 50 tahun dengan latar belakang pendidikan yang beragam, bahkan sebagian belum sempat mengenyam pendidikan formal. Oleh karena itu, program utama yayasan difokuskan pada pendidikan dasar seperti baca dan tulis.
Setelah kemampuan dasar tercapai, para binaan diarahkan untuk mengikuti program kesetaraan seperti paket A, B, dan C, serta pelatihan keterampilan seperti komputer dan bahasa Inggris. Bahkan, beberapa di antaranya juga difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
Untuk menjaga keberlangsungan operasional, yayasan mengandalkan berbagai usaha mandiri, mulai dari usaha kuliner, kegiatan wisata edukasi, hingga penjualan kerajinan hasil karya warga binaan. Dukungan dari donatur dan berbagai pihak pun menjadi penopang penting bagi keberlanjutan program tersebut.
“Selama ini kami sangat terbantu dengan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan seperti ini sangat berarti agar kegiatan di yayasan tetap berjalan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, MCW News berharap bakti sosial tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu memperkuat solidaritas sosial serta menumbuhkan kepedulian yang lebih luas terhadap kelompok rentan di masyarakat. (red)



