BADUNG – dunianewsbali.com, Mercure Kuta Beach Bali merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan mengusung tema Kampung Nelayan, sebuah konsep yang mengangkat kembali sejarah Pantai Kuta sebagai kawasan pesisir yang dahulu dikenal sebagai permukiman nelayan, sebelum berkembang menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.
Tema Kampung Nelayan dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan budaya masyarakat pesisir Kuta. Melalui konsep ini, Mercure Kuta Beach Bali mengajak para tamu dan pelaku pariwisata untuk tidak melupakan perjalanan panjang Pantai Kuta, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan pesisir Bali.

Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Pantri Arini, menjelaskan nuansa Kuta tempo dulu dihadirkan melalui penataan dekorasi yang autentik dan sarat makna. Area perayaan dihiasi dengan berbagai elemen khas kehidupan nelayan, seperti jala, jukung atau perahu tradisional, dayung kayu, anyaman bambu, tali-temali, serta material kayu alami. Keseluruhan konsep dekorasi tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana sederhana namun hangat, mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir di masa lampau.
“Kami mengusung moto being local karena kami sangat bangga menjadi bagian dari Bali. Bali adalah destinasi pariwisata yang berwawasan budaya dan alam, sehingga setiap tahun kami selalu berkomitmen untuk mengangkat unsur budaya dan nature dalam setiap kegiatan yang kami selenggarakan,” ujar Pantri Arini.
Perayaan malam Tahun Baru semakin semarak dengan rangkaian pertunjukan seni dan budaya Nusantara. Sejumlah penampilan tradisional seperti Tari Bali Cendrawasih, Tari Nusantara, Genjekan, Hanoman, hingga Joged Bumbung disuguhkan untuk menghibur para tamu. Tak hanya itu, atraksi Pacu Jalur dan Tabola Bale Flash Mob turut memeriahkan acara, menghadirkan semangat kebersamaan dan interaksi yang kuat di antara para pengunjung.
Selain pertunjukan budaya, berbagai permainan interaktif juga diselenggarakan untuk membangun suasana keakraban dan kebahagiaan dalam menyambut pergantian tahun bersama keluarga maupun kerabat.
Sebagai kenang-kenangan dari perayaan tersebut, setiap tamu menerima New Year Gift berupa gelang kerang. Cendera mata ini melambangkan kedekatan masyarakat pesisir dengan laut, sekaligus menjadi simbol pentingnya menjaga keseimbangan antara pariwisata, budaya, dan alam.
Melalui perayaan Tahun Baru bertema Kampung Nelayan ini, Mercure Kuta Beach Bali tidak hanya menghadirkan hiburan pergantian tahun, tetapi juga menyuguhkan sebuah refleksi tentang perjalanan Pantai Kuta. Dari kampung nelayan sederhana hingga menjadi ikon pariwisata dunia, perayaan ini menjadi pengingat akan komitmen untuk melestarikan warisan budaya dan alam pesisir bagi generasi mendatang.
Menanggapi isu penurunan kunjungan wisatawan ke Bali, Pantri Arini menilai kondisi tersebut tidak tercermin di Mercure Kuta Beach Bali. Ia menyebut tingkat hunian hotel pada malam pergantian Tahun Baru 2026 mencapai sekitar 90 persen atau hampir penuh.
“Secara year to date, tingkat hunian kami berada di atas 90 persen. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk mencermati kembali isu-isu negatif yang beredar dengan melakukan pengecekan dan peninjauan data secara menyeluruh, serta melihat berbagai upaya yang telah dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun persaingan antar destinasi pariwisata tidak dapat dihindari, konsep yang mengedepankan kearifan lokal melalui penggunaan elemen tradisional seperti janur dan bambu tetap memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan. Terkait anggapan persaingan dengan destinasi luar negeri seperti Thailand dan Vietnam, Pantri Arini menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih jauh.
“Namun saya yakin Bali memiliki nilai dan keunikan yang tidak dimiliki destinasi lain di dunia,” jelasnya.
Menurutnya, dinamika pasar pariwisata sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara suplai dan permintaan.
“Pada akhirnya, pasar pariwisata sangat ditentukan oleh faktor supply dan demand. Selama keduanya seimbang dan dikelola dengan baik, pariwisata Bali akan tetap bergerak positif,” pungkasnya. (Brv)