Bank BPD Bali Warning Nasabah soal Penipuan Berkedok Undian dan Klaim Dana

IMG-20260104-WA0040

DENPASAR — Dunianewsbali.com, Bank BPD Bali mengimbau masyarakat, khususnya para nasabah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang belakangan semakin marak. Aksi kejahatan tersebut kerap mengatasnamakan Bank BPD Bali maupun institusi resmi lainnya, dengan pola yang terus berkembang dan semakin meyakinkan.

Sejumlah modus penipuan yang sering ditemui di antaranya undian berhadiah palsu yang mencatut nama Bank BPD Bali, pesan atau panggilan terkait klaim dana Taspen, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Dukcapil, hingga undangan pernikahan digital yang disertai tautan berbahaya. Seluruh pesan tersebut bertujuan mengelabui korban agar menyerahkan data pribadi atau mengakses link tertentu.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Minggu (3/1/2026), mengungkapkan bahwa saat ini juga muncul modus baru berupa video berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam video tersebut, pelaku menampilkan wajah dan suara pejabat seolah-olah menyampaikan pernyataan resmi dari bank.

Ia menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut dipastikan merupakan penipuan. “Bank BPD Bali tidak pernah menyelenggarakan undian berhadiah melalui pesan pribadi, tidak pernah meminta nasabah mengklik tautan tertentu, dan tidak pernah meminta data pribadi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Baca juga:  Silaturahmi Kabinda Bali dan Gubernur Wayan Koster, Sinergi Demi Bali yang Aman dan Nyaman

Dalam praktiknya, pelaku penipuan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, mulai dari media sosial, pesan singkat, aplikasi percakapan, hingga panggilan telepon. Modus yang digunakan sengaja dirancang menyerupai komunikasi resmi, lengkap dengan penggunaan logo, nama pejabat, hingga narasi yang tampak meyakinkan.

Manajemen Bank BPD Bali kembali menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data sensitif nasabah, seperti PIN, OTP, password, username, nomor kartu ATM, masa berlaku kartu, maupun kode CVV, baik melalui telepon, pesan singkat, email, maupun tautan digital.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi digital. Beberapa tips aman yang disarankan antara lain tidak membagikan data pribadi kepada siapa pun, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui kanal resmi Bank BPD Bali. Nasabah juga dianjurkan mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada layanan perbankan digital dan segera melapor ke pihak bank jika menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.

Bank BPD Bali mengajak masyarakat agar lebih kritis terhadap setiap informasi digital, terutama yang menjanjikan hadiah, meminta data pribadi, atau menggunakan tekanan waktu agar korban segera merespons. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi Bank BPD Bali, seperti website www.bpdbali.co.id, Instagram centang biru BankBPDBali, Facebook Bank BPD Bali, TikTok bpdbaliofficial, X bpdbaliofficial, YouTube Bank BPD Bali, WhatsApp centang biru Bank BPD Bali, serta BPD Bali Call di nomor 1500-844.

Baca juga:  Presiden Prabowo Sahkan PP Perlindungan Anak di Era Digital

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi. (*)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2