Dari Unmas Denpasar, Koster dan Rocky Gerung Gaungkan Pentingnya Nalar Kritis di Era AI

IMG-20260106-WA0170
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Rocky Gerung, pimpinan Universitas Mahasaraswati, dosen, dan ratusan mahasiswa berfoto bersama usai kuliah umum bertema penguatan logika dan nalar kritis di era kecerdasan buatan (AI), Selasa (6/1/2026)

DENPASAR — Dunianewsbali.com, Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus menyimak kuliah umum Pengamat Politik dan Akademisi Rocky Gerung yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (6/1/2026).

Dalam pengantarnya, Gubernur Koster menilai tema kuliah umum bertajuk “Dialektika dan Retorika: Menguatkan Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence” sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika masyarakat—terutama generasi muda—berhadapan langsung dengan laju perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Teknologi kini telah menjadi bagian dari keseharian kita, terlebih bagi mahasiswa. Namun, pemanfaatannya harus tetap berangkat dari nalar kritis,” ujar Koster.

Meski mendorong penguasaan teknologi, Gubernur Bali dua periode itu mengingatkan agar mahasiswa tidak tercerabut dari identitas dan nilai budaya lokal. Menurutnya, pemanfaatan AI harus berjalan seiring dengan upaya merawat tradisi, adat, serta kearifan lokal Bali.

“Pengetahuan modern dan tradisional harus saling menguatkan, bukan saling meniadakan. Inilah cara kita menjaga jati diri di tengah arus globalisasi,” tegasnya.

Sebagai kepala daerah, Koster menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali melalui berbagai kebijakan yang berpijak pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Ia menyebut periode awal implementasi haluan tersebut sebagai fase krusial yang akan menentukan arah Bali ke depan.

Baca juga:  Energi vs Ruang Hidup: Rencana LNG Serangan Didorong Dievaluasi Menyeluruh
Rocky Gerung

“Jika fondasi ini kita bangun dengan benar sejak awal, Bali akan memiliki masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Koster juga mengungkapkan kedekatan personalnya dengan Unmas. Saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI, ia mengaku aktif menjalin komunikasi dengan pengelola yayasan dan turut mendorong pengalokasian APBN untuk pengembangan fasilitas kampus, mulai dari pembangunan aula, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana pendidikan kedokteran gigi.

Ia pun mengapresiasi langkah Unmas menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber kuliah umum. “Beliau sahabat saya, sosok yang konsisten memantik semangat berpikir dan berdialektika. Kehadirannya merupakan kehormatan bagi Universitas Mahasaraswati,” ujarnya.

Sementara itu, Rocky Gerung dalam pemaparannya menekankan bahwa kehadiran AI seharusnya dipahami sebagai tantangan intelektual bagi manusia untuk terus mengasah daya kritis.

“AI membantu memperkuat kemampuan berpikir, tetapi sekaligus menguji kita. Jangan hanya bertanya pada AI, uji dan kritisi argumennya,” tegas Rocky.

Ia menjelaskan, AI bekerja berbasis kecepatan komputasi dan pembelajaran artifisial, sedangkan manusia bertumpu pada pengalaman, nilai, kesadaran, dan moralitas. “AI tidak memiliki kesadaran moral. Di situlah letak keunggulan manusia,” tambahnya.

Baca juga:  Pengawasan WNA di Bali Diperketat, Polda Gandeng Industri Pariwisata Lewat Cakrawasi

Rocky juga mengapresiasi Unmas yang mengangkat tema logika, dialektika, dan retorika di tengah derasnya arus teknologi digital. Menurutnya, kemampuan berpikir logis, berargumentasi secara sehat, dan menyampaikan gagasan secara efektif merupakan keterampilan inti yang harus terus dirawat.

“Saya berharap dari Bali lahir komunitas yang konsisten menjaga nalar sehat, dan Unmas bisa menjadi salah satu penjaganya,” pungkas Rocky.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar Tjok Istri Sri Ramaswati, SH, MM, Rektor Unmas Prof. Dr. Sukawati Lanang P. Perbawa, SH, MH, serta diikuti dosen dan mahasiswa Universitas Mahasaraswati. (red/tim)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan