DPRD Bali Apresiasi PBMM Tabanan, Pesemeton Didorong Jadi Benteng Adat di Era Global

IMG-20260116-WA0197
Tokoh masyarakat dan jajaran PBMM Kabupaten Tabanan menghadiri Lokasabha VI PBMM yang menjadi momentum regenerasi kepengurusan serta penguatan peran pesemeton dalam menjaga adat dan budaya Bali.

TABANAN | Dunia News Bali – Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesemeton di tengah tantangan globalisasi, sekaligus menandai regenerasi kepengurusan PBMM masa ayahan 2026–2031.

Agenda organisasi yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru ini berlangsung khidmat di Wantilan Kahyangan Jagat Dalem Purwa Kubontingguh, Desa Denbatas, Kabupaten Tabanan, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Anggota DPRD Provinsi Bali I Made Supartha, jajaran DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah, serta pimpinan OPD. Kehadiran para pemangku kebijakan ini mencerminkan dukungan pemerintah terhadap eksistensi organisasi berbasis adat, kekerabatan, dan budaya di Tabanan.

Lokasabha VI PBMM tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang penguatan komitmen Pratisentana Bendesa Manik Mas dalam menjaga persatuan, adat, agama, dan budaya Bali agar tetap kokoh di tengah derasnya arus globalisasi. Seluruh pengurus PBMM tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Tabanan turut hadir dalam forum tersebut.

Dalam kesempatan itu, I Made Supartha yang dipercaya sebagai Penasehat PBMM periode 2026–2031 menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan pentingnya peran pesemeton sebagai bagian dari elemen masyarakat Tabanan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di era modern.

Baca juga:  Gedung Baru Polsek Denpasar Selatan Diresmikan, Perkuat Lini Terdepan Pelayanan dan Keamanan Wilayah Strategis

Made Supartha juga mengingatkan agar seluruh pesemeton tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat, agama, dan budaya Bali sebagai pedoman hidup dalam menjalankan swadharma. Penguatan sradha bhakti serta keyakinan keagamaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri masyarakat Bali.

Selain itu, ia mendorong pengurus PBMM yang baru dilantik agar mampu menerjemahkan visi pelestarian adat dan budaya ke dalam program kerja nyata, sekaligus melibatkan generasi muda agar memiliki peran aktif dalam menjaga warisan budaya Bali di masa depan.

Dalam Lokasabha VI tersebut, ditetapkan I Made Nawa, S.H. sebagai Ketua PBMM Kabupaten Tabanan masa ayahan 2026–2031. Kepengurusan dilengkapi dengan jajaran penasehat, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta enam bidang kerja strategis yang mencakup organisasi, pendidikan, sosial budaya dan agama, kewirausahaan, penelitian dan pengembangan, serta hukum dan hubungan masyarakat.

Dengan struktur kepengurusan yang lengkap dan representatif, PBMM Kabupaten Tabanan diharapkan semakin berperan aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan, sekaligus menjadi garda terdepan pelestarian kearifan lokal Bali di tengah dinamika globalisasi. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2