JAKARTA | Dunia News Bali – Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPT-KKI) menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Natal di Graha Bethel, Sabtu (17/1). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus peneguhan peran keluarga dan perguruan tinggi Kristen dalam merawat ciptaan serta memperjuangkan keadilan sosial dan ekologis.
Rangkaian acara diawali dengan tarian pembuka oleh puluhan mahasiswa STT Hagiamos Mission, dilanjutkan paduan suara mahasiswa STT Amanat Agung dan STT Jaffray. Setelah liturgi, dilakukan penyalaan lilin Natal oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham.
Pesan Natal disampaikan oleh Dr. Jeane M. Tulung dan Pdt. Dr. Pontus Sitorus, didampingi Ketua Dewan Pengawas BMPT-KKI Dr. Antonius Natan, Bendahara Umum Dr. Casthelia Kartika, Ketua STT Amanat Agung Pdt. Dr. Junior Natan Silalahi, serta Ketua Panitia Natal.
Dalam khotbahnya, Pdt. Rubin Adi Abraham mengangkat tema “Tuhan Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, dan Keluarga untuk Alam Sekitarnya.” Ia menegaskan bahwa Allah memilih keluarga sebagai alat keselamatan dunia—bukan melalui sosok pahlawan super, melainkan melalui kelahiran seorang bayi. Ia merujuk pada keluarga Nuh, Abraham, serta Yusuf dan Maria sebagai teladan mandat spiritual dan mandat budaya, termasuk tanggung jawab menjaga alam ciptaan.
Sorotan tajam juga diarahkan pada persoalan lingkungan hidup. Perusakan hutan dan deforestasi disebut berdampak serius pada ekosistem—mematikan tumbuhan bawah, mengganggu rantai makanan, memutus jalur pergerakan satwa, hingga mengancam kepunahan. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan monokultur, seperti kelapa sawit, dipandang sebagai “gurun hijau” yang tampak subur namun miskin biodiversitas dan memicu bencana ekologi.
“Sudah saatnya keluarga menjadi garda terdepan dalam memprotes perusakan alam melalui gaya hidup yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Pesan Natal dilengkapi dua puisi bertema ekoteologi yang dibawakan Pdt. Dr. Nasokhili Giawa. Usai ibadah, Ketua Panitia Natal Pdt. Dr. Junior Natan Silalahi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya perayaan.
Ketua Umum BMPT-KKI Pdt. Prof. Dr. Stevry I. Lumintang menyampaikan bahwa peserta yang hadir mewakili lebih dari 35 Sekolah Tinggi Teologi di wilayah Jabodetabek. Ia juga mengungkapkan kabar positif terkait peningkatan mutu dan akreditasi PTKK, termasuk capaian akreditasi “Baik Sekali”, bertambahnya jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar, serta peran aktif BMPT-KKI dalam pendampingan dosen.
Saat ini, BMPT-KKI menaungi 210 dari 386 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia dan akan mengintensifkan program coaching bagi dosen untuk mencapai jenjang akademik tertinggi. Pengurus BMPT-KKI dijadwalkan hadir di berbagai kota pada semester pertama tahun ini untuk pendampingan langsung.
Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane M. Tulung menyatakan pemerintah akan terus mendorong BMPT-KKI agar meraih hasil terbaik pada 2026. Ia mengungkapkan pada 2025 terdapat delapan promosi Guru Besar dari sepuluh pengajuan, serta 42 Lektor Kepala dari 80 pengajuan.
Dalam pesannya, ia juga menyoroti krisis multidimensi keluarga Indonesia, termasuk fenomena fatherlessness yang berdampak pada mahasiswa dan anak. Menurutnya, Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen perlu merancang program yang menjawab tantangan moral dan sosial tersebut.
Pada kesempatan itu, turut dibagikan buku “Teologi Tanah Air: Ekoteologi Kristen bagi Keadilan, Keberlanjutan, dan Kebangsaan”, hasil inisiasi Ditjen Bimas Kristen bersama BMPT-KKI. Buku tersebut telah diluncurkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Perayaan Natal Kementerian Agama Desember 2025. Direncanakan pula peluncuran buku lanjutan tentang Teologi dan Kurikulum Cinta Lintas Agama serta Supremasi Injil dalam Dunia Akademik pada awal 2026.
Perayaan Natal BMPT-KKI ditutup dengan penampilan vokal grup mahasiswa STT Apollos, pantomim mahasiswa STT IKSM, serta tarian kebangsaan Indonesia Jaya oleh mahasiswa STT Samuel Elizabeth, sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah. (red/bud)