Bupati Badung Masuk Radar BEIF 2026, NCPI Bali Dorong Green Economy

IMG-20260204-WA0099
Pengurus DPW NCPI Bali saat melakukan audiensi dengan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa di Rumah Jabatan Bupati Badung, Rabu (4/2/2026), membahas dukungan terhadap pelaksanaan BEIF 2026 dan penguatan investasi hijau di Bali.

BADUNG | Dunia News Bali – Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (DPW NCPI) Provinsi Bali melakukan audiensi dengan Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, di Rumah Jabatan Bupati Badung, Rabu (4/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata guna mendorong investasi berkelanjutan di Bali.

Audiensi dipimpin Ketua DPW NCPI Bali, Agus Maha Usadha, didampingi Ketua NCPI Badung Putu Gede Hendrawan yang juga menjabat sebagai Ketua Bali Villa Association (BVA), I Ketut Ngastawa, serta sejumlah pengurus NCPI Bali lainnya, di antaranya Febe Indah, Agung Prianta, Ida Bagus Gede Budi Hartawan, Oka Sukartini, dan Gede Nyoman Indra Prabawa.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Maha Usadha menyampaikan bahwa audiensi bertujuan mengundang Bupati Badung untuk hadir sekaligus menjadi pembicara dalam pelantikan pengurus NCPI se-Bali yang dirangkaikan dengan seminar nasional pada 18 Februari 2026.

“Hari ini kami NCPI Bali beraudiensi dengan Bapak Bupati Badung terkait pelantikan dan Seminar Bali Economy Investment Forum yang akan digelar di KEK Bali Hospital Sanur,” ujar Agus.

Baca juga:  Adi Arnawa Lepas Kepala OPD Purna Tugas, Dorong Tetap Berkontribusi untuk Badung

Sebagai Panitia National Committee for Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026, NCPI berperan sebagai wadah koordinasi yang menghubungkan visi, kebijakan, dan peluang investasi strategis, khususnya di Bali. Pada tahun 2026, forum ini mengusung tema “Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045.”

Menurut Agus, forum tersebut akan membahas peta jalan, tantangan, serta peluang konkret investasi berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan lingkungan.

“BEIF 2026 akan mengulas secara komprehensif strategi investasi hijau sebagai penggerak transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Badung memiliki posisi strategis sebagai soko guru pembangunan pariwisata dan perekonomian Bali, sekaligus menjadi etalase pembangunan nasional. Oleh karena itu, NCPI menilai Badung memiliki peran sentral dalam mendorong implementasi investasi hijau.

Sebagai tindak lanjut, NCPI Bali akan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Mobilisasi Modal Investasi Hijau untuk Transformasi Ekonomi Berkelanjutan” di Bali International Hospital Convention Hall, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Denpasar, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Baca juga:  Skandal KUR Mikro BRI Jimbaran: NR Ditahan, Diduga Gunakan Identitas Orang Lain untuk Kredit Rp 2,3 Miliar

“Melalui seminar ini, kami ingin memformulasikan isu-isu strategis kepariwisataan dan investasi agar dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif,” ujar Agus.

NCPI Bali berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperoleh arahan langsung dari Bupati Badung terkait strategi penguatan ekonomi daerah dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Kami ingin mengetahui bagaimana Badung dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak positif bagi pariwisata Bali, khususnya di wilayah Badung,” tambahnya.

NCPI Bali sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan sinergi sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Di bawah kepemimpinan Agus Maha Usadha periode 2025–2030, NCPI aktif mengawal isu digitalisasi, daya saing industri, serta tantangan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyambut baik rencana pelantikan pengurus NCPI se-Bali dan pelaksanaan seminar nasional tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai narasumber utama.

Dalam forum tersebut, Bupati Adi Arnawa akan memaparkan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Badung, termasuk upaya mengurai kemacetan di kawasan Kuta dan Canggu melalui pembangunan empat ruas jalan baru, di antaranya di wilayah Pecatu dan Semer–Kerobokan, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Baca juga:  Skandal di Jantung Tahura Ngurah Rai! Pansus DPRD Bali Bongkar Pabrik Beton Ilegal dan Sertifikat Misterius

Selain itu, ia juga mengungkap rencana penataan Pasar Beringkit Mengwi dengan konsep angkringan 24 jam seperti Pasar Sukawati, program rekayasa lalu lintas di Kerobokan, pembatasan usia kendaraan, serta penataan kawasan Pantai Kuta dan Seminyak.

“Saya sudah membuat rencana pembangunan jalan baru dari Jalan Gatot Subroto menuju Canggu dan Kuta. Dengan demikian, masyarakat dari Tabanan yang bekerja ke Badung bisa lebih mudah mengakses kawasan tersebut,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2