Bukan Sekadar Wisata, Museum Ini Mengajak Pengunjung “Hidup” di Zaman Majapahit

IMG-20260214-WA0098

Tabanan | dunianewsbali.com – Museum tidak lagi sekadar ruang penyimpanan benda bersejarah. Di Museum Majapahit Tanah Lot, sejarah Kerajaan Majapahit dihidupkan kembali melalui teknologi, narasi runtut, dan pengalaman interaktif yang dirancang untuk semua kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

Apa yang ditawarkan museum ini adalah perjalanan sejarah Nusantara yang disusun dalam lebih dari 20 zona atraktif. Pengunjung diajak menelusuri peradaban dari zaman purba, Bali Aga, Kerajaan Bedahulu, hingga masa keemasan Majapahit. Koleksi arca dan artefak asli dipadukan dengan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga berinteraksi dengan cerita sejarah.

Museum yang dibangun di kawasan wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, ini dinilai memiliki lokasi yang strategis karena melengkapi wisata alam dan religi Tanah Lot dengan wisata edukasi sejarah yang selama ini masih terbatas.

Kehadiran museum ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya komunitas Persatuan Pensiun Indonesia (PPI) Kabupaten Tabanan yang menggelar pertemuan bulanan sekaligus kunjungan edukatif pada 14 Februari 2026.

Baca juga:  SMK PGRI 4 Denpasar Fokus Tingkatkan Sarana Prasarana dan SDM Guru di Tahun 2026

Ketua PPI Tabanan, Igusti Gede Subadiwasa, menyebut museum ini memiliki peran penting dalam mengingatkan kembali perjalanan besar bangsa Indonesia.

“Ini bukan sekadar museum. Di sini kita diajak mengingat kembali apa yang pernah dilakukan leluhur kita. Sejarah Majapahit itu sejarah besar yang dikenal dunia, dan sekarang disajikan dengan cara yang mengikuti zaman,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan teknologi AR menjadi keunggulan utama Museum Majapahit Tanah Lot dibanding museum lain yang masih bersifat konvensional.

“Museum lain mungkin masih tradisional, sementara di sini sudah mengikuti perkembangan teknologi. Alur ceritanya juga runtut dari awal sampai akhir, sehingga mudah dipahami siapa pun, termasuk anak-anak,” katanya.

Sementara itu, pengelola museum, Sagung Inten Dharma Padmi, menjelaskan bahwa fungsi utama museum ini memang diarahkan sebagai ruang belajar terbuka. Sejak awal pembukaan, pihaknya aktif bekerja sama dengan sekolah, agen perjalanan, dan komunitas.

“Banyak sekolah datang bukan hanya sekali. Mereka kembali lagi karena pembelajaran sejarahnya belum selesai. Ada guru yang memberi tugas kepada siswa untuk dikerjakan langsung di museum,” ujarnya.

Baca juga:  Tonggak Sejarah Kampus, Prof. Evi Triandini Resmi Jadi Guru Besar Pertama ITB STIKOM Bali

Museum ini mampu menampung hingga sekitar 500 orang untuk berbagai kegiatan, mulai dari kunjungan edukasi, pertemuan komunitas, hingga acara budaya. Ke depan, pengelola juga merencanakan pengembangan area UMKM, pendopo, serta replika istana Majapahit agar fungsi museum semakin luas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk mendorong minat kunjungan, Museum Majapahit Tanah Lot masih memberlakukan harga tiket promo hingga akhir Maret 2026, yakni Rp20.000 untuk pengunjung domestik dan Rp30.000 untuk pengunjung luar daerah. Museum ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 18.00 WITA.

Dengan pendekatan edukatif, teknologi modern, dan lokasi strategis, Museum Majapahit Tanah Lot hadir sebagai alternatif wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat memahami dan menghargai sejarah besar Nusantara. (Brv)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan