DENPASAR | Dunia News Bali – Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar), I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, di Auditorium Saraswati kampus setempat, Sabtu (21/2). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kolaborasi riset antara Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh perguruan tinggi di Pulau Dewata.

Dalam sambutannya, Koster menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Unmas Denpasar atas konsistensi menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, peran kampus sangat strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan agar hasil penelitian tidak berhenti sebatas pemenuhan persyaratan administratif, seperti kenaikan jabatan fungsional dosen. Riset, tegasnya, harus mampu memberikan dampak konkret bagi perumusan kebijakan pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali, lanjut Koster, membuka ruang sinergi yang lebih terstruktur mulai tahun ini. Skema kolaborasi akan menghubungkan program studi di perguruan tinggi dengan perangkat daerah yang relevan. Sebagai contoh, riset dari fakultas kedokteran dapat disinergikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sementara bidang lainnya menyesuaikan kebutuhan masing-masing sektor.
Kerja sama tersebut juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali (BRIDA) sebagai pengampu utama koordinasi riset daerah. Program kolaboratif ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun.
Koster menilai sinergi riset akan memperkuat fondasi pembangunan Bali di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, peternakan, hingga lingkungan hidup. Selain menjawab kebutuhan akademik dosen, kolaborasi itu diharapkan menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bali juga tengah merancang integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program kerja perangkat daerah. Konsep tersebut diarahkan agar manfaat riset dan pengabdian dapat dirasakan secara menyeluruh, dari perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Melalui pendekatan tersebut, rektor, dosen, mahasiswa, dan seluruh unsur civitas akademika diharapkan terlibat aktif dalam mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan di Bali.
Gubernur juga menyoroti isu strategis seperti pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Ia mendorong setiap perguruan tinggi untuk membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis inovasi berkelanjutan, sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual kampus.
Upaya tersebut, menurutnya, sejalan dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan generasi mendatang.

Sementara itu, Rektor Unmas Denpasar yang baru dilantik, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali dalam prosesi pelantikan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu Unmas Denpasar sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berakar pada nilai-nilai budaya.
Lanang Putra Perbawa tercatat sebagai rektor keempat sejak Unmas Denpasar berdiri pada 1963. Kampus swasta tersebut berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar serta dalam koordinasi LLDIKTI Wilayah VIII. (red/dnb)