Kajati Bali Ingatkan Jajaran, Baik Itu Wajib, Integritas Tak Bisa Ditawar

IMG-20260504-WA0053
Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono bersama istri disambut secara adat saat tiba di Kantor Kejati Bali, Senin (4/5/2026). Penyambutan diikuti jajaran pejabat dan pegawai Kejaksaan sebagai bagian dari rangkaian pengarahan perdana Kajati Bali yang baru.

BADUNG | Dunia News Bali – Kejaksaan Tinggi Bali menggelar pengarahan perdana yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran struktural dan fungsional, mulai dari para Asisten, Koordinator, Kabag TU, Kepala Kejaksaan Negeri se-Bali, hingga pegawai serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah dan daerah se-Bali.

Dalam arahannya, Kajati Bali menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama institusi. Ia menyampaikan bahwa integritas merupakan “napas” Kejaksaan yang tidak dapat ditawar. Seluruh jajaran diminta menjaga marwah lembaga serta kepercayaan publik, dengan menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang baik adalah keharusan, bahkan ketika seseorang belum menjadi yang paling pintar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Setiawan Budi Cahyono.

Selain itu, Kajati menyoroti tuntutan perubahan di era Revolusi Industri yang mengharuskan aparat penegak hukum meninggalkan pola kerja konvensional. Pemanfaatan teknologi informasi, khususnya melalui Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI), harus dioptimalkan. Ia juga mendorong pengelolaan narasi publik yang positif, berbasis fakta, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Baca juga:  Viral! Kuasa Hukum Bongkar Kejanggalan Kasus Narkoba di Bali, Singgung Urine Rp9 Juta dan Etika Oknum Polisi

Pada bidang Tindak Pidana Khusus, penekanan diberikan pada peningkatan kualitas penyelidikan dan penyidikan. Kajati Bali meminta jajarannya memprioritaskan pengembalian kerugian negara serta melakukan pemetaan potensi kerawanan korupsi, terutama pada proyek strategis yang bersumber dari APBN maupun APBD di wilayah Bali. Program Jaga Desa juga ditegaskan untuk terus diperkuat guna memastikan pengelolaan dana desa berjalan tepat sasaran, disertai pendampingan hukum bagi perangkat desa serta pencegahan praktik penyimpangan dan pemerasan.

Mengakhiri arahannya, Kajati Bali mengajak seluruh insan Adhyaksa membangun suasana kerja yang harmonis, solid, dan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat, namun tetap tegas dalam penegakan hukum. Ia menutup dengan pesan moral agar setiap insan bekerja dengan penuh dedikasi seolah hidup selamanya, sekaligus beribadah seolah esok adalah akhir.

Pengarahan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi seluruh jajaran Kejaksaan di Bali untuk semakin profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (red)

Berita Terpopular