Perbarindo Bali Awali Hari BPR-BPRS Nasional 2026 dengan Tirtayatra dan Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukaru

Ket foto: Kolase kegiatan tirtayatra dan persembahyangan bersama DPD Perbarindo Bali di Pura Luhur Batukaru, Tabanan, Sabtu (9/5/2026), dalam rangka mengawali Hari BPR-BPRS Nasional 2026.

TABANAN | Dunia News Bali – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali mengawali rangkaian peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 dengan menggelar kegiatan tirtayatra dan persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan spiritual tersebut melibatkan panitia pelaksana DPK Bali Barat Tabanan yang dipimpin Ketua Panitia I Putu Agus Hendra Nartha, SST., bersama Sekretaris Panitia Kadek Agus Kurniawan Putra, ST. Tirtayatra ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian Hari BPR-BPRS Nasional 2026 dapat berjalan lancar dan sukses.

Ketua DPD Perbarindo Bali I Ketut Komplit, SH., mengatakan persembahyangan bersama merupakan bentuk permohonan tuntunan dan keberkahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar industri BPR-BPRS di Bali terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat.

“Semoga rangkaian Hari BPR-BPRS Nasional tahun 2026 berjalan lancar, sukses, serta mampu mewujudkan harapan bersama demi terciptanya institusi BPR yang semakin berjaya dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Imigrasi Bongkar Overstay Rp 365 Juta di Balik Drama Villa Sanur

Menurutnya, penguatan industri BPR-BPRS tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga harus diimbangi dengan tata kelola perusahaan yang baik, penerapan manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku.

Ia menilai, hal tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan BPR-BPRS di Bali.

Selain kegiatan spiritual, Perbarindo Bali juga telah menyiapkan sejumlah agenda sosial, edukatif, dan hiburan dalam rangka Hari BPR-BPRS Nasional 2026. Salah satunya kegiatan pelepasan tukik di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, yang dimaknai sebagai simbol keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan dan lingkungan sesuai konsep Tri Hita Karana.

“Harus ada keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa dan hubungan manusia dengan lingkungan, salah satunya melalui kegiatan pelepasan tukik,” katanya.

Puncak peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 melalui kegiatan Fun Run dan Fun Walk yang ditargetkan diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan insan BPR-BPRS maupun masyarakat umum, khususnya warga Kabupaten Tabanan.

Baca juga:  Ketua PHM Bali Ngurah Agung Hadiri Pengajian Akhirussanah Jamaah Dzikir Manaqib Al Qodiri 1 Jember di Denpasar

Tak hanya itu, Perbarindo Bali juga akan menggelar kegiatan literasi keuangan bagi anak-anak tingkat TK dan SD melalui lomba mewarnai dan menggambar sebagai bagian dari edukasi sejak dini terkait pengelolaan keuangan.

Di sisi lain, bazar UMKM turut disiapkan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

“Kami juga melaksanakan berbagai kegiatan dari pagi hingga malam hari dalam beberapa sesi acara, termasuk edukasi literasi keuangan melalui lomba mewarnai dan menggambar untuk anak-anak TK dan SD,” terang Ketut Komplit.

Perbarindo Bali juga mengajak seluruh anggota untuk mendukung kebangkitan UMKM dengan berpartisipasi membeli kupon bazar. Selain itu, hiburan musik dari sejumlah penyanyi Bali turut dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada insan BPR-BPRS dan masyarakat.

“Kami menghadirkan hiburan dari penyanyi yang sudah familiar di Bali agar masyarakat Tabanan maupun insan BPR dapat ikut terhibur. Harapannya, memasuki Semester II tahun 2026, seluruh BPR semakin meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

Scroll to Top