DENPASAR | Dunia News Bali – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Bali, Muazzim Akbar, optimistis partainya mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif di Bali pada Pemilu 2029. Keyakinan tersebut didasarkan pada semakin terbukanya masyarakat dalam menentukan pilihan politik serta penguatan infrastruktur partai hingga tingkat akar rumput.
Optimisme itu disampaikan Muazzim saat kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Satu Komando bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PAN, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, di Bendega Restaurant, Denpasar, Kamis (18/6/2026).
Menurut Muazzim, persepsi masyarakat terhadap PAN kini semakin berkembang. Ia menilai masyarakat Bali semakin rasional dan cerdas dalam menentukan pilihan politik, sehingga peluang PAN untuk memperluas basis dukungan semakin terbuka.
Ia menegaskan bahwa PAN bukan hanya dipandang sebagai partai dengan segmentasi tertentu, melainkan partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kerja nyata kader dan pengurus menjadi kunci utama untuk meraih kepercayaan publik.
“Kalau seluruh infrastruktur partai berjalan dan seluruh kader mau bekerja, saya yakin kursi DPRD kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI bisa kita raih,” ujar Muazzim.
Untuk mewujudkan target tersebut, PAN Bali memprioritaskan penguatan struktur organisasi secara menyeluruh. Mulai dari kepengurusan tingkat DPW, DPD kabupaten/kota, hingga kepengurusan kecamatan dan ranting harus tertata dan berjalan efektif.
“Pengurus DPW harus kuat, kemudian DPD di seluruh kabupaten/kota, setelah itu baru pengurus kecamatan dan ranting. Infrastruktur partai harus dibangun terlebih dahulu,” katanya.
Selain konsolidasi organisasi, PAN juga menjalankan program pencalegan dini yang telah menjadi agenda nasional partai. Program tersebut bertujuan menjaring dan membina calon legislatif potensial jauh sebelum tahapan Pemilu dimulai.
Muazzim menjelaskan, para calon legislatif yang direkrut sejak dini akan didorong aktif turun ke masyarakat untuk memahami kebutuhan warga. Partai, lanjutnya, akan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial maupun program yang dibutuhkan masyarakat.
“Program pencalegan dini sudah berjalan sejak 2025. Mereka yang masuk sebagai caleg dini terus kami fasilitasi ketika turun ke masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kami bantu dan dukung,” jelasnya.
Di samping itu, PAN Bali juga mulai mengembangkan strategi pembentukan jaringan relawan hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS ditargetkan memiliki minimal satu relawan yang akan dibina secara berkelanjutan hingga Pemilu 2029.
Menurut Muazzim, keberadaan relawan TPS menjadi langkah efektif untuk memperluas jaringan partai. Relawan tersebut nantinya diharapkan mampu mengajak keluarga, kerabat maupun kalangan muda yang belum memiliki pilihan politik untuk bergabung dan mendukung PAN.
“Kami ingin setiap TPS memiliki relawan. Mereka akan terus dibina sampai Pemilu 2029. Jika satu relawan bisa mengajak 10 orang saja, tentu dampaknya akan sangat besar bagi penguatan basis dukungan PAN,” ujarnya.
Lebih lanjut, PAN Bali juga akan melakukan pemetaan kebutuhan calon legislatif di setiap daerah pemilihan (dapil). Melalui pendekatan tersebut, partai dapat lebih mudah menjaring figur potensial sekaligus menyusun strategi pemenangan yang terukur.
Muazzim meyakini, apabila seluruh kader bergerak dalam satu komando dan didukung struktur organisasi yang kuat hingga tingkat terbawah, PAN akan mampu meningkatkan jumlah kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat pada Pemilu 2029 mendatang. (red/rz)