Aksi Peduli Sosial: Dana Rp 227 Juta Disalurkan untuk Warga 9 Banjar Terdampak Banjir di Denpasar Barat

IMG-20251130-WA0113

DENPASAR – Dunianewsbali.com, Masyarakat Tionghoa Bali menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah kawasan Denpasar Barat. Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui kegiatan Bakti Sosial yang berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp 227.363.684.

Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok berupa beras dipusatkan di Banjar Beraban, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Minggu, 30 November 2025.

Penggagas Bakti Sosial, Yetty Minawati, menjelaskan bahwa total bantuan yang dibagikan mencapai 1.200 pax beras @10 kg, yang disalurkan kepada warga dari 9 banjar terdampak paling parah.

Menurutnya, distribusi beras dilakukan dengan merujuk data lapangan yang akurat. Berikut rinciannya:

Br. Beraban: 250 KK

Br. Sumuh: 116 KK

Br. Pengiasan: 161 KK

Br. Jematang: 159 KK

Lansia Br. Jematang: 28 orang

Br. Tagtag Kelod: 90 KK

Br. Tagtag Tengah: 120 KK

Br. Tagtag Kaja: 40 KK

Br. Balun/Belong: 42 KK

Br. Mekar Buana Padangsambian: 150 KK

“Kami bagikan 1.200 beras kepada warga di 9 Banjar, sesuai titik-titik yang terdampak banjir. Kami berikan bantuan beras kepada warga yang membutuhkan. Hal itu untuk meringankan beban warga terdampak bencana banjir,” kata Yetty Minawati.

Baca juga:  Tak Seperti Namanya, Para Pedagang Pasar Umum Negara Bahagia Kini Merana

Penggagas lainnya, Hendra Pangestu, juga menyatakan rasa syukur atas kelancaran kegiatan sosial ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan yang mendukung acara ini biar kedepannya kita bisa bergerak lebih besar lagi,” ujarnya.

Aksi Kemanusiaan yang Perkuat Akulturasi Bali-Tionghoa

Kelian Adat Banjar Beraban, Ida Bagus Agung Warasmena, menilai kegiatan ini bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga bentuk nyata persaudaraan lintas budaya. Ia menegaskan bahwa hubungan Bali dan Tionghoa telah berlangsung sejak lama, terbukti dari situs-situs budaya seperti keberadaan Kongco di Pura Batur.

“Kami memang sangat berat melakukan aktivitas karena dari 32 tahun lalu. Ini adalah bencana banjir yang terbesar dan cukup mengagetkan masyarakat. Dampaknya sampai sekarang masih terasa hingga saat ini,” terangnya.

Ia berharap bantuan ini membawa manfaat besar, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

“Mari kita jaga sungai supaya bersih dan menjaga kinerja-kinerja di bantaran sungai kemudian masyarakat yang berada disana juga berhati-hati dan selalu waspada dengan kondisi tak menentu hingga saat ini,” tambahnya.

Baca juga:  Misteri di Balik Proyek Jalan Waribang - Sedap Malam: Tak Ada Papan Nama, Tak Ada Kejelasan

Warga Rasakan Dampak Langsung Bantuan

Kelian Adat Banjar Pengiasan, Wayan Adnyana, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Semoga terus terjalin kerjasama dengan baik, tetap rahayu dan sehat selalu dimudahkan buat semuanya,” paparnya.

Warga penerima bantuan, termasuk I Made Mandra dari Banjar Sumuh dan Sri dari Banjar Beraban, juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Rumah kami berada di pinggir sungai terdampak banjir. Bahkan, air sungai meluap 2 meter memasuki rumah. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan beras dari Masyarakat Tionghoa Bali,” pungkasnya. (red/tim)

 

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2