Dari Bandara ke Deportasi: Aksi Cepat Imigrasi Hentikan Jejak Buronan Interpol

IMG-20260408-WA0045

Badung | dunianewsbali – Komitmen Indonesia dalam memerangi kejahatan lintas negara kembali dibuktikan. Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan sekaligus mendeportasi seorang warga negara Inggris berinisial SL (45), yang diketahui merupakan buronan Interpol dan diduga sebagai pimpinan jaringan kriminal internasional.

SL dipulangkan dari Indonesia pada Selasa (7/4/2026) melalui rute Denpasar–Jakarta, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Amsterdam. Proses deportasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Imigrasi Ngurah Rai dan Sekretariat NCB Interpol Indonesia.

Penangkapan terhadap SL dilakukan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu, 28 Maret 2026. Ia diamankan sesaat setelah tiba dari Singapura, setelah sistem keimigrasian mendeteksi identitasnya sebagai subjek Red Notice Interpol.

Dari hasil penelusuran dan koordinasi intelijen, SL diduga kuat sebagai otak di balik jaringan kejahatan internasional yang bergerak dalam pengelolaan perusahaan fiktif serta praktik pencucian uang. Ia disebut mengendalikan operasional organisasinya dari berbagai negara.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata efektivitas sistem pengawasan keimigrasian Indonesia yang terintegrasi.

Baca juga:  Kasus Gudang Gas Meledak dan Tewaskan 18 Orang, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi, Terdakwa Sukojin Terancam 5 Tahun Penjara 

“Pendeportasian ini adalah langkah nyata komitmen kami dalam menjaga kedaulatan negara. Kami tidak akan membiarkan wilayah Indonesia, khususnya Bali, menjadi tempat pelarian atau basis operasi bagi pelaku kriminal internasional,” ujar Bugie.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan keimigrasian memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman global.

“Pengawasan keimigrasian yang ketat adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan nasional dari potensi ancaman asing. Sistem kami terhubung dan berbasis intelijen, sehingga mampu mendeteksi lebih dini keberadaan individu berisiko tinggi,” tegasnya.

Keberhasilan pengamanan ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara aparat nasional dan jaringan global seperti Interpol mampu berjalan efektif dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.

Imigrasi Ngurah Rai pun memastikan akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga, baik di dalam negeri maupun dengan mitra internasional, guna memastikan setiap perlintasan orang asing terpantau secara akurat.

“Koordinasi yang kuat dengan instansi penegak hukum dan jaringan internasional menjadi kunci. Kami ingin memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia benar-benar terpantau dan tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan dan ketertiban,” pungkas Bugie.

Baca juga:  Konten Fitnah Anisa di Instagram Hancurkan Nama Baik Yulia, Kuasa Hukum: "Ini Lebih Kejam dari Pembunuhan"

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan internasional. (*)

Berita Terpopular