Eyang Ratih Wafat di Banyuwangi, Dunia Spiritual Indonesia Kehilangan Sesepuh Perempuan Berpengaruh

Eyang Ratih atau Tri Hari Mastuti semasa hidup. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FKPPAI dan komunitas spiritual Indonesia. (Foto: Dnb/ist)

DENPASAR | Dunia News Bali – Kabar duka menyelimuti dunia spiritual Indonesia. Tri Hari Mastuti atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Ratih meninggal dunia pada Kamis (18/6/2026) pukul 01.58 WIB di sebuah rumah sakit di Banyuwangi, Jawa Timur. Almarhumah tutup usia pada umur 68 tahun.

Informasi wafatnya Eyang Ratih disampaikan oleh sopir pribadinya, Elang. Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhumah diketahui masih menjalankan sejumlah agenda spiritual di Bali, termasuk mengikuti kegiatan malam suroan dan berziarah ke makam ibundanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Eyang Ratih menjalani aktivitas yang cukup padat di sejumlah daerah. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatannya di Bali, kondisi kesehatannya dilaporkan menurun akibat kelelahan. Saat berada di Banyuwangi, almarhumah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

“Di perjalanan beliau terlihat sangat lelah. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat di Banyuwangi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada dini hari beliau mengembuskan napas terakhir,” ujar Elang.

Kepergian Eyang Ratih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta jajaran Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuhan Alternatif Indonesia (FKPPAI). Ketua Umum FKPPAI, Ki Sawung Rahsa, mengaku menerima kabar wafatnya Eyang Ratih menjelang waktu subuh dari tim pendamping almarhumah.

Baca juga:  Jaksa Agung Apresiasi Bale Kerta Adhyaksa Digagas Kajati Bali 

Menurut Ki Sawung, Eyang Ratih merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan organisasi. Almarhumah dikenal sebagai figur yang berdedikasi tinggi dan selalu membawa nama baik organisasi dalam setiap aktivitas yang dijalaninya.

“Saya sangat berduka atas kepergian beliau. Eyang Ratih adalah sosok pejuang dan srikandi FKPPAI yang sangat mencintai organisasi ini. Ke mana pun beliau pergi, selalu membawa nama baik FKPPAI dan padepokan yang dipimpinnya,” ungkap Ki Sawung.

Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir Eyang Ratih memiliki agenda yang cukup padat di Bali, Yogyakarta, dan Banyuwangi. Selain faktor kelelahan, almarhumah juga diketahui memiliki riwayat gangguan sesak napas yang telah lama dideritanya.

Hingga akhir hayatnya, Eyang Ratih masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Budaya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FKPPAI periode 2022–2027. Selain itu, ia juga dikenal sebagai Pimpinan Padepokan Gunung Lawu dan Dewan Penasihat Spiritualis Indonesia (SI).

Mariza Icha (kiri, busana hitam) bersama anggota Spiritualis Indonesia Bali (SI Bali). Icha menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Eyang Ratih.

Ucapan belasungkawa turut datang dari berbagai kalangan spiritualis di Tanah Air. Salah satunya disampaikan oleh Mariza yang lebih dikenal dengan nama Icha, praktisi spiritual sekaligus anggota Spiritual Indonesia Bali. Menurutnya, wafatnya Eyang Ratih merupakan kehilangan besar bagi dunia spiritual nasional.

Baca juga:  Utamakan Momen Kebersamaan, Partai Demokrat Gelar Bakti Sosial di Pura Agung Besakih

“Atas nama keluarga besar Spiritual Indonesia Bali, kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Eyang Ratih. Beliau merupakan sesepuh dan tokoh spiritual perempuan Indonesia yang sangat dihormati. Dedikasi, keteladanan, dan pengabdiannya telah memberikan inspirasi bagi banyak praktisi spiritual di Indonesia,” ujar Icha.

Menurut Icha, sosok Eyang Ratih dikenal bijaksana, rendah hati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Warisan pemikiran dan pengabdian almarhumah diyakini akan terus dikenang oleh para spiritualis dan masyarakat yang pernah mengenalnya.

“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini. Jasa dan pengabdian beliau akan selalu kami kenang,” tuturnya.

Rencananya, jenazah Eyang Ratih akan dimakamkan di Kabupaten Badung, Bali. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Ketua DPP FKPPAI Bali, YM Dr. dr. A.A.G.P. Wiraguna, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, bersama jajaran pengurus daerah akan menghadiri prosesi pemakaman mewakili organisasi.

Ketua DPP FKPPAI Bali, YM Dr. dr. A.A.G.P. Wiraguna, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV (kanan) bersama Romo Tjipto dan jajaran pengurus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah Eyang Ratih di Bali.

Kepergian Eyang Ratih menjadi kehilangan besar bagi dunia spiritual Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai perempuan tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan spiritualitas, pelestarian budaya, serta pembinaan generasi spiritualis di Tanah Air. (red/riz)

Berita Terpopular

Scroll to Top