Gung Cok Minta Warga Jaga Keaslian Sawah Bali dan Subak Jatiluwih: “Kalau Sudah Jadi Deretan Toko dan Bar, Apa Jadinya Bali Ini?”

IMG-20251203-WA0026

TABANAN – Dunianewsbali.com, Wakil Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keaslian lanskap sawah Bali. Saat melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah pelanggaran tata ruang di lahan produktif LP2B yang menjadi bagian penting dari sistem Subak, ia menekankan bahwa penertiban tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Dalam sidak tersebut, Gung Cok mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah mengeluarkan SP1 hingga SP3 kepada usaha yang terbukti melanggar aturan. Namun ia menegaskan perlunya efek jera yang nyata agar pelanggaran tidak makin bertambah.

“Yang terpenting hari ini adalah memastikan tidak ada lagi usaha atau aktivitas baru yang melanggar hukum. Dari 13 bisa jadi 20, kemudian 25 apa jadinya Bali ini kalau dibiarkan? Keindahan alamnya pasti hilang,” kata Gung Cok.

Masyarakat Diminta Tidak Menutup Sawah dengan Bangunan

Gung Cok menekankan bahwa keberhasilan menjaga kawasan pertanian, terutama di wilayah yang berstatus Warisan Budaya Dunia UNESCO seperti Jatiluwih, hanya dapat tercapai dengan dukungan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sawah bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi juga ruang budaya.

Baca juga:  Bali Tolak Ormas Premanis, Gubernur Tegaskan Sikap Bersama Forkopimda

“Kami mohon kepada masyarakat, khususnya di Jatiluwih ini, mari bersama-sama menjaga alam sawah. Sawah ini bukan hanya ruang ekonomi, tapi juga warisan budaya dunia yang harus dilestarikan. Biarkan air Subak terlihat mengalir indah dari atas ke bawah, jangan ditutup oleh bangunan toko atau bar,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tanpa kendali dapat merusak nilai estetik dan spiritual Bali yang selama ini menjadi daya tarik wisata dunia.

“Ekonomi memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan alam Bali,” kata Gung Cok.

Apresiasi untuk Pemkab Tabanan dan Petani

Dalam kunjungannya, Gung Cok juga meninjau kondisi lahan pertanian dan memastikan dukungan pemerintah terhadap petani, termasuk bantuan bibit dan pemeliharaan. Ia menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Tabanan.

“Terima kasih kepada Pemkab Tabanan yang sudah mendukung pemeliharaan sawah. Apalagi yang ditanam adalah padi Bali, bibit lokal unggulan yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Pansus TRAP Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Baru

Gung Cok menegaskan bahwa tujuan utama Pansus TRAP turun ke lapangan adalah memastikan tidak ada aktivitas ilegal baru yang muncul di atas lahan pertanian produktif.

Baca juga:  Dari Karangasem ke Denpasar, Garda Grup Konsisten Bantu Korban Banjir dan Longsor

“Kami turun untuk memastikan tidak ada lagi perkembangan atau penambahan bangunan yang melanggar hukum. Pemerintah sudah bekerja, tapi tanpa kesadaran masyarakat, penertiban tidak akan berhasil,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa SP3 dan sanksi lain harus menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha agar tidak sembarangan mendirikan bangunan di zona pertanian yang dilindungi.

Dengan sinergi pemerintah, petani, dan masyarakat, Gung Cok berharap keaslian persawahan Bali tetap terjaga dan menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati generasi mendatang. (red/tim).

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2