DENPASAR | Dunia News Bali – Gelar Agung Pecalang Bali 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3), menghadirkan suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pertemuan yang diikuti belasan ribu pecalang dari seluruh Bali tersebut diiringi sebuah jingle berjudul “Sipanduberadat.”
Lagu tersebut merupakan karya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Jingle ini dibawakan oleh vokalis Dewa Harta, dengan aransemen musik yang digarap Dewa Satriya serta diproduksi oleh Bisma Music. Menariknya, pencipta lagu, penyanyi, hingga pengaransemen musik sama-sama berasal dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Usai mengikuti Gelar Agung Pecalang, Dewa Rai Dharmadi menjelaskan bahwa lagu tersebut dibuat sebagai sarana edukasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan peran Sipanduberadat, yakni Sistem Pengamanan Terpadu Berbasis Desa Adat di Bali.
Menurutnya, melalui pendekatan musik diharapkan pesan mengenai pentingnya sistem pengamanan berbasis desa adat dapat lebih mudah diterima masyarakat luas.
“Lagu ini dibuat untuk mempercepat edukasi, sosialisasi, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan serta peran Sipanduberadat,” ujarnya.
Melalui jingle tersebut, masyarakat Bali juga diajak berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman di lingkungan desa adat. Saat ini tercatat sekitar 1.500 desa adat di seluruh Bali yang menjadi ruang implementasi sistem pengamanan terpadu tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Sipanduberadat melibatkan berbagai unsur keamanan dan masyarakat. Di antaranya pecalang, Bankamda, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga unsur Satpol PP dari pemerintah daerah.
Dewa Rai Dharmadi menambahkan, proses produksi lagu “Sipanduberadat” memerlukan waktu hampir satu bulan hingga akhirnya dapat diperdengarkan secara resmi dalam Gelar Agung Pecalang Bali 2026.
Selain lagu tersebut, pihaknya juga tengah menyiapkan satu lagu khusus yang diperuntukkan bagi pecalang. Saat ini proses penggarapannya masih berlangsung dan ditargetkan rampung serta diluncurkan paling lambat pada April 2026. (Red/Ich)