KLUNGKUNG | Dunia News Bali – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Klungkung menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurcab) Domino di Gedung KNPI Klungkung, Kamis (12/3/2026). Kejuaraan ini diikuti oleh 16 tim yang terdiri dari 8 tim kategori junior dan 8 tim kategori senior. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan serta memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang berbasis strategi dan kecerdasan.
Ketua Pengcab ORADO Klungkung, Anak Agung Gede Utama Indra Prayoga, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan langkah nyata untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan domino yang selama ini masih sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Menurutnya, domino sesungguhnya memiliki nilai sportivitas dan potensi besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi.

Ia menjelaskan, permainan domino menuntut kemampuan berpikir cepat, kecermatan membaca strategi lawan, serta ketenangan mental dalam mengambil keputusan saat pertandingan berlangsung.
“Kami ingin menggeser stigma yang selama ini berada di ‘sayap kiri’ atau bernuansa negatif agar ke depan beralih ke ‘sayap kanan’ yang lebih positif dan berorientasi pada prestasi. Domino bukan semata-mata identik dengan judi. Kami juga ingin memperkenalkan hal ini ke lingkungan pendidikan,” ujar Gung Indra.
Perwakilan Pengurus Provinsi ORADO Bali, Anugrah Arifanto, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ORADO Klungkung yang mulai aktif menggelar kompetisi domino secara terstruktur. Menurutnya, domino kini berkembang sebagai olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi, kecermatan, serta kemampuan membaca pola permainan lawan.

“Domino bukan sekadar permainan santai di warung atau balai banjar. Ini olahraga yang menuntut kecerdasan, strategi, serta ketenangan. Karena itu atlet harus bermain dengan fokus, sementara wasit harus memimpin pertandingan dengan teliti dan adil,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Klungkung, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, I Wayan Sujana, menekankan pentingnya pengelolaan organisasi olahraga yang profesional, disiplin, dan transparan agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Ia berharap domino ke depan dapat berkembang secara lebih profesional dan berpeluang masuk dalam agenda olahraga daerah.
“Semoga pada Porprov 2027 di Buleleng nanti ORADO sudah dapat tampil sebagai cabang olahraga eksebisi,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Klungkung yang sekaligus menjabat Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom. Ia menilai cabang olahraga baru perlu diberikan ruang pembinaan yang jelas agar mampu berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan.
“KONI tentu membuka peluang bagi cabang olahraga yang memiliki sistem pembinaan yang baik. Jika dikelola secara profesional, bukan tidak mungkin domino dapat berkembang dan melahirkan atlet berprestasi dari Klungkung,” kata Agung Anom.
Dalam kejuaraan tersebut, sejumlah pasangan atlet berhasil meraih prestasi di masing-masing kategori. Pada kategori junior, pasangan I Wayan Widarma dan Anak Agung Gede Agung Dananjaya keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang pertandingan.
Posisi kedua diraih pasangan Dewa Ngakan Gede Parwata dan I Ketut Juli Angga Putra, sementara peringkat ketiga ditempati oleh I Wayan Yoga Pratama Putra dan Ni Putu Rani Anindita Dharma.
Pada kategori senior, pasangan I Putu Yudic Cahyadi dan I Gede Agoes Indra Suryawan berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi runner-up ditempati pasangan I Gusti Ngurah Bagus Putra Yaha dan I Nengah Suantara, sedangkan posisi ketiga diraih oleh I Made Wahyu Setyadi dan I Kadek Anom Sudiarthana.
Melalui Kejurcab ini, ORADO Klungkung berharap domino semakin dikenal sebagai olahraga strategi yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menghapus citra negatif yang selama ini melekat pada permainan tersebut. (red)