Kesbangpol Bali Tegaskan Peran Negara dalam Penguatan FPK

IMG-20260120-WA0183
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi.

DENPASAR | Dunia News Bali – Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Bali resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2026–2029. Melalui mekanisme aklamasi, A.A. Bagus Ngurah Agung terpilih sebagai Ketua Umum dan langsung memimpin proses pembentukan struktur organisasi.

Di bawah kepemimpinan tersebut, FPK Bali menyusun kepengurusan yang mencerminkan keberagaman etnis, agama, dan budaya. Forum ini diarahkan menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat kohesi kebangsaan di Bali.

Pembentukan kepengurusan FPK Bali merupakan tindak lanjut dari regulasi pemerintah yang mengatur penyelenggaraan pembauran kebangsaan di daerah, termasuk penguatan kelembagaan FPK di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi, menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari peran negara dalam memfasilitasi pembauran kebangsaan.

“Hari ini telah terpilih Ketua Umum FPK Bali secara aklamasi, sekaligus dibentuk formatur yang menyusun kepengurusan baru dari berbagai etnis dan suku,” ujar IKK saat ditemui di Denpasar, Selasa (20/1/2026).

Baca juga:  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dorong Terbentuknya Asosiasi Jagal Babi Bali (AJBB)

Ia menjelaskan, meskipun FPK dibentuk oleh masyarakat, pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi dan membina organisasi tersebut. Fasilitasi itu meliputi dukungan pertemuan, pengarahannya, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Nantinya juga ada Dewan Pembina dari unsur pemerintah, yakni Wakil Gubernur Bali sebagai ketua, sekretaris dari Kesbangpol Bali, serta OPD terkait sebagai anggota. Jadi ada peran masyarakat yang difasilitasi sekaligus dibina oleh pemerintah,” jelasnya.

IKK menambahkan, dinamika diskusi dalam FPK akan berkembang seiring dengan aspirasi dari berbagai etnis yang tergabung. Seluruh masukan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta arah kerja FPK Bali ke depan.

Ke depan, FPK Bali diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat dan memberikan pertimbangan strategis kepada Wayan Koster, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di Pulau Dewata. “Tujuannya agar Bali tetap hidup rukun, guyub, dan harmonis,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2