DENPASAR | Dunia News Bali – Pihak PT Melali Management and Consultancy akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyinggung dugaan pemecatan karyawan di lingkungan perusahaan. Melalui pernyataan resmi, klarifikasi disampaikan guna meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Hak jawab disampaikan oleh Yulia Wahyuni pada Jumat malam (24/4/2026). Ia menyebut dirinya sebagai pemilik CV dan PT yang turut disebut dalam pemberitaan sebelumnya. Dalam keterangannya, Yulia menegaskan bahwa kabar mengenai pemecatan maupun efisiensi karyawan yang dikaitkan dengan pihak tertentu adalah tidak benar.
Ia menjelaskan, kebijakan terkait efisiensi karyawan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Direktur Utama CV Budha Dharma Jaya yang merupakan warga lokal Bali. Karena itu, menurutnya, pemberitaan yang berkembang telah keliru dalam menempatkan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
Yulia juga menyinggung posisi pelapor yang disebut merupakan mantan karyawan perusahaan. Ia menyatakan, sebelumnya yang bersangkutan tidak mempermasalahkan keputusan efisiensi tersebut. Bahkan, sebelum keluar dari perusahaan, pelapor disebut sempat meminta foto bersama dengan Direktur Utama sebagai bentuk hubungan yang masih terjalin baik saat itu.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Yulia turut mengangkat persoalan dugaan pelanggaran privasi dan kerahasiaan perusahaan. Ia mengungkapkan bahwa saat rapat internal yang bersifat tertutup berlangsung, terdapat pihak luar bersama tim kuasa hukum yang datang dan membawa sejumlah wartawan masuk ke area kantor.
Kondisi tersebut, lanjutnya, terjadi tanpa adanya kesepakatan hukum berupa Non-Disclosure Agreement (NDA). Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius karena dapat membuka akses terhadap informasi sensitif perusahaan kepada pihak yang tidak berkepentingan, baik dari sisi persaingan usaha maupun aspek finansial.
Sementara itu, perwakilan kuasa hukum PT Melali Management and Consultancy, Brahmanda, memberikan klarifikasi terkait keberadaan wartawan di lokasi. Ia membenarkan bahwa wartawan sempat diizinkan masuk ke area perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa para wartawan telah diminta untuk tidak melakukan perekaman serta mematikan kamera selama rapat internal berlangsung.
Melalui klarifikasi ini, pihak perusahaan berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh serta tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang dinilai tidak akurat. (red/ich)



