Komisi III DPRD Badung Dorong Pembangunan Reservoar dan Embung untuk Atasi Distribusi Air

IMG-20260406-WA0098
Foto bersama Komisi III DPRD Kabupaten Badung dan jajaran Perumda Air Minum Tirta Mangutama usai menggelar Rapat Kerja di Ruang Rapat Gosana, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Senin (6/4/2026)

BADUNG | Dunia News Bali – Komisi III DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Perumda Air Minum Tirta Mangutama di Ruang Rapat Gosana, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Senin (6/4/2026). Agenda ini difokuskan pada upaya mengatasi persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah, khususnya kawasan padat penduduk.

Raker dipimpin Ketua Komisi III DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan, didampingi Wakil Ketua I Wayan Sandra, Sekretaris I I Made Suryananda Pramana, Sekretaris II I Made Retha, serta anggota komisi lainnya. Turut hadir Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Ketut Gede Sunarta dan Direktur Utama I Wayan Suyasa bersama jajaran manajemen.

Dalam pembahasannya, Komisi III mendorong pembangunan reservoar di kawasan perumahan dengan memanfaatkan fasilitas umum (fasum) yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Ponda Wirawan menjelaskan, keberadaan reservoar sangat penting mengingat kerap terjadi gangguan distribusi air, terutama saat musim kemarau atau ketika pasokan air baku terbatas. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan pembangunan embung di titik-titik rawan banjir yang dapat difungsikan sebagai cadangan air sekaligus pengendali limpahan air hujan.

Baca juga:  Ancaman terhadap Kebebasan Pers Kian Nyata, JMSI Dorong Media Berbasis HAM demi Indonesia Emas

Di sisi lain, rencana pengolahan air laut menjadi air tawar melalui proses destilasi masih menunggu penyelesaian perizinan. Proyek ini diharapkan mampu mengintegrasikan jaringan pipa laut timur dan barat sehingga pelayanan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah Badung.

Permasalahan distribusi air di wilayah Kuta Utara, Kuta, hingga Kuta Selatan juga menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut. Ponda menilai Perumda telah berupaya maksimal, termasuk melalui pembangunan jaringan pipa bawah laut dan jalur di bawah jalan tol. Namun, kompleksitas perizinan yang mencapai puluhan dokumen menjadi tantangan tersendiri.

Ia menambahkan, proses perizinan yang telah berjalan hampir satu tahun kini tinggal menyisakan satu tahapan akhir yang diharapkan dapat rampung pada 2026. Dengan demikian, target peningkatan layanan air bersih, khususnya di wilayah Kuta Selatan bagian atas, dapat direalisasikan secara bertahap.

Komisi III DPRD Badung juga mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Perkim terkait pemanfaatan aset fasum. Pembangunan reservoar di kawasan dataran tinggi dan wilayah padat penduduk dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat. (red)

Berita Terpopular