BADUNG | Dunia News Bali – DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) bersama Invest Hong Kong (InvestHK) kembali memperkuat komunikasi dan jejaring bisnis melalui kegiatan bertajuk Hong Kong Where Business Goes to Grow di Badung, Kamis (11/8).
Kegiatan tersebut menjadi pertemuan kelima antara DPP NCPI dan InvestHK. Forum ini diarahkan untuk mempererat hubungan bisnis sekaligus membuka wawasan pelaku usaha Indonesia mengenai peluang menjadikan Hong Kong sebagai basis pengembangan usaha di kawasan Asia dan pasar internasional.
Ketua Umum DPP NCPI Dr. Gusti Kade Sutawa, SE., MM., MBA., mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya NCPI membangun hubungan yang lebih erat dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan bisnis dan investasi para pengusaha Indonesia.”Ini adalah pertemuan DPP NCPI yang kelima dengan Hong Kong Invest. Tujuannya untuk mempererat hubungan bisnis dengan mereka,” ujar Kade Sutawa.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemaparan dan berdiskusi mengenai ekosistem bisnis Hong Kong, termasuk keunggulan akses pasar serta berbagai bentuk dukungan pemerintah melalui InvestHK.
Menurut Kade Sutawa, kegiatan ini untuk sementara masih berada pada tahap edukasi dan pengenalan bagi para pengusaha yang memiliki rencana membuka kantor maupun mengembangkan bisnis di Hong Kong.
InvestHK merupakan bagian dari Pemerintah Hong Kong sehingga pelaku usaha berpeluang memperoleh berbagai kemudahan dan pendampingan ketika mempertimbangkan Hong Kong sebagai lokasi pengembangan bisnis.
“Jadi akan banyak kemudahan yang bisa didapatkan jika berbisnis di Hong Kong melalui mereka. Mereka akan bantu,” jelasnya.
Selain pengusaha Indonesia, peluang tersebut juga mulai menarik perhatian pelaku usaha dari negara lain yang telah memiliki aktivitas bisnis di Bali. Salah satunya pengusaha asal Korea yang telah berinvestasi di Bali dan menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan investasi di Hong Kong.
Ketertarikan serupa juga datang dari pengusaha Bali yang memiliki klien dari Rusia. Sejumlah pengurus DPP NCPI serta kalangan pengusaha yang mempunyai potensi membangun jaringan bisnis di Hong Kong turut mengikuti forum tersebut.
Kade Sutawa menilai Hong Kong dapat dimanfaatkan sebagai platform bagi perusahaan Indonesia untuk melakukan ekspansi regional, memperkuat merek, sekaligus membuka akses menuju pasar Tiongkok Daratan dan jaringan pasar internasional.
Dalam kegiatan itu, Deputy Head of Consumer and Hospitality InvestHK Angelica Leung memaparkan sejumlah keunggulan Hong Kong sebagai lokasi pengembangan usaha dan investasi.
Menurutnya, peluang investasi terbuka di berbagai sektor, antara lain keuangan, hospitality, sumber daya manusia, makanan dan minuman, serta ritel.
Posisi strategis Hong Kong sebagai salah satu pusat logistik dunia juga menjadi faktor pendukung bagi perusahaan yang ingin memperluas penetrasi ke pasar internasional maupun Tiongkok.
InvestHK sendiri merupakan departemen Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) yang bertanggung jawab dalam bidang penanaman modal asing. Lembaga tersebut memiliki visi memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu lokasi bisnis internasional terkemuka di Asia.
Sementara misinya adalah menarik sekaligus mempertahankan investasi asing langsung yang dinilai penting bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Hong Kong.
Dalam menjalankan pelayanan, InvestHK mengedepankan sejumlah nilai utama, yakni semangat, integritas, profesionalisme, layanan pelanggan, keramahan bisnis, daya tanggap, kolaborasi, serta inovasi.
InvestHK juga memberikan pendampingan kepada pengusaha luar negeri, perusahaan asal Tiongkok, usaha kecil dan menengah (SMEs), hingga perusahaan multinasional yang ingin mendirikan kantor ataupun mengembangkan bisnis yang telah berjalan di Hong Kong.
Dukungan tersebut diberikan mulai dari tahap perencanaan, proses pendirian usaha, peluncuran, hingga ekspansi. Bahkan, layanan dan konsultasi yang diberikan kepada perusahaan bersifat gratis.
Selain menjadi pusat perdagangan dan logistik, Hong Kong juga memiliki posisi penting sebagai pusat keuangan dan family office. Kota tersebut menjadi salah satu basis strategis dalam pengelolaan kekayaan bagi individu dengan kekayaan sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI).
Sementara itu, Assistant Manager of Business and Talent Attraction/Investment Promotion InvestHK Cosmas Oktavianus Santosa mengatakan Hong Kong memiliki daya tarik tersendiri karena menerapkan sistem yang berbeda dengan Tiongkok Daratan sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor.
Ia meyakini stabilitas investasi di Hong Kong didukung oleh sistem ekonomi, hukum, serta keuangan yang memiliki mekanisme tersendiri.
Kondisi tersebut, lanjut Cosmas, membuat Hong Kong dapat berfungsi sebagai penghubung sekaligus memberikan fleksibilitas bagi investor dalam mengelola berbagai instrumen investasi global, termasuk kemudahan dalam keluar-masuk investasi.
Posisi Hong Kong semakin strategis karena sejumlah perusahaan besar asal Tiongkok juga mencatatkan sahamnya di bursa Hong Kong. Hal ini turut memperkuat peran Hong Kong sebagai jembatan antara modal global dan pertumbuhan ekonomi Asia.
“Untuk itu, kami berharap perusahaan-perusahaan Indonesia mendapat ketenangan dan kepastian, Hong Kong tetap stabil, memperkuat hubungan internasional, tetap sebagai basis di Asia serta bisnis mereka semakin kuat dalam dunia global,” pungkas Cosmas. (red/riza)