Beranda Budaya Nyepi dan Idul Fitri, Dua Jalan Menuju Satu Keheningan Suci

Nyepi dan Idul Fitri, Dua Jalan Menuju Satu Keheningan Suci

0
I Dewa Nyoman Budiasa, Pembina Yayasan Duwe Nyama Bali

DENPASAR – Dunianewsbali.com, Dalam heningnya malam Nyepi, Sabtu 29/3/2025, Umat Hindu di Bali menjalani Catur Brata Penyepian, sebuah laku spiritual yang mengajak manusia kembali pada hakikat sejati. Tanpa cahaya, tanpa kebisingan, tanpa aktivitas duniawi, keheningan ini menjadi ruang bagi jiwa untuk berdialog dengan semesta. Di balik kesunyian ini, tersembunyi makna mendalam: bahwa dalam diam, manusia bisa menemukan jati dirinya, dan dalam kegelapan, mata hati belajar melihat lebih terang.

Namun, ketika fajar Idul Fitri menyingsing, takbir menggema dari langit yang sama. Bagi umat Muslim, hari kemenangan ini bukan sekadar akhir dari puasa, tetapi panggilan untuk kembali ke fitrah, menjadi insan yang bersih dan penuh kasih. Perayaan ini bukan sekadar simbol kemenangan atas nafsu dunia, tetapi juga pengakuan atas ketergantungan manusia pada Sang Pencipta.

Di persimpangan bulan ini, Bali menjadi kanvas spiritual yang mempertemukan dua perayaan suci. Nyepi adalah doa dalam diam, sementara Idul Fitri adalah syukur dalam kebersamaan. Namun, keduanya mengalir ke samudera yang sama: samudera pencarian manusia akan makna kehidupan dan hubungan dengan Yang Maha Kuasa.

Bagi Yayasan Duwe Nyama Bali, momen suci ini bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang mengubah nilai-nilai spiritual menjadi aksi nyata bagi sesama. Pembina yayasan, I Dewa Nyoman Budiasa, menyampaikan bahwa kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan utama masyarakat Bali.(Tim/Ich)

Semoga dalam keheningan kita menemukan Dia, dan dalam kebersamaan kita menjadi cermin Kasih Sayang-Nya.”

 

Baca juga:  Samãvartana Angkatan VI, Meneguhkan Spiritualitas Pinandita melalui Teologi Hindu