Denpasar | dunianewsbali – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar dengan menggelar Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan untuk tingkat SMA/MA di seluruh Bali. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini melibatkan kepala sekolah serta perwakilan guru ekonomi dari berbagai SMA/MA di Pulau Dewata.
Program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan SMA/MA yang sebelumnya diperkenalkan pada 7 Oktober 2025 melalui kolaborasi antara OJK Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Provinsi Bali.
Melalui kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman mendalam mengenai materi literasi keuangan yang nantinya akan diajarkan kepada siswa kelas X pada semester kedua dengan alokasi waktu 16 jam pelajaran. Modul tersebut dirancang untuk menstandarkan pembelajaran literasi keuangan di seluruh SMA/MA di Bali sehingga para pelajar memiliki pemahaman yang setara mengenai konsep dasar keuangan.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting bagi generasi muda, Rabu (04/03/2026)
Ia menjelaskan, jumlah pelajar di Bali mencapai sekitar 902.437 orang atau sekitar 20,23 persen dari total populasi. Dengan jumlah yang besar tersebut, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu memahami pengelolaan keuangan sejak dini.
Menurut Irhamsah, pemahaman finansial yang baik dapat melindungi pelajar dari berbagai risiko di sektor keuangan, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan keuangan digital yang semakin marak.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia menyampaikan bahwa inisiatif OJK menjadi langkah strategis dalam membangun kapasitas generasi muda Bali.
Ia menilai literasi keuangan tidak hanya penting pada tataran pengetahuan, tetapi juga harus diikuti dengan terciptanya ekosistem yang memungkinkan pelajar mempraktikkan pengelolaan keuangan yang baik sejak di bangku sekolah.
Program literasi keuangan ini juga sejalan dengan target nasional. Dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, indeks literasi keuangan ditargetkan mencapai 69,35 persen pada 2029, sementara inklusi keuangan ditargetkan mencapai 93 persen.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menempatkan sektor keuangan sebagai salah satu indikator utama pembangunan dengan target inklusi keuangan sebesar 98 persen pada 2045.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik pada 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan tingkat inklusi keuangan yang sudah mencapai 80,51 persen.
Sementara itu, pada kelompok usia pelajar 15–17 tahun, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 51,68 persen dengan tingkat inklusi keuangan mencapai 74 persen.
Modul ajar yang disusun ini tidak hanya membahas konsep dasar pengelolaan keuangan dan produk jasa keuangan, tetapi juga memuat materi terkini seperti kejahatan keuangan digital, layanan keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, hingga mekanisme pelindungan konsumen di OJK.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menjadi duta literasi keuangan di sekolah masing-masing sehingga mampu menanamkan kesadaran finansial kepada siswa sejak dini.
Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas. (*)