Owner Diduga Keluar Grup, Nasib Dana Puluhan Anggota Arisan Twins_SJ Menggantung

IMG-20260330-WA0037
Foto ilustrasi digital: Dunia News Bali

DENPASAR | Dunia News Bali – Praktik arisan online dan dugaan investasi bodong kembali memicu keresahan. Kali ini, grup WhatsApp bernama Twins_SJ yang diduga dikelola perempuan berinisial NNS (31) alias Saska J, menjadi sorotan setelah puluhan anggotanya mengaku mengalami kerugian besar.

Saska yang disebut-sebut berasal dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung, awalnya dikenal sebagai pengelola arisan yang dipercaya para anggota.

Ia menawarkan skema keuntungan cepat dengan nominal menggiurkan, bahkan mencapai puluhan juta rupiah, sehingga menarik minat banyak peserta untuk bergabung.

Salah satu korban berinisial ND (28) mengaku telah mengikuti arisan tersebut sejak 2024 hingga 2025. Pada awalnya, sistem berjalan lancar dan keuntungan dapat dirasakan.

“Awalnya lancar, saya ikut dari nomor bawah karena ada keuntungan. Lalu Oktober 2025 saya ditawari investasi di luar arisan sebesar Rp80 juta, dan bulan berikutnya saya menerima Rp100 juta.

Tapi setelah itu, saat ingin menarik dana, selalu diulur-ulur,” ungkap ND, Minggu (29/3/2026).

ND mengaku mengalami kerugian hingga Rp300 juta. Ia juga menyebut sempat terjadi perselisihan dengan pengelola sebelum Saska keluar dari grup.

Baca juga:  Gubernur Koster Pastikan Bali Kondusif Pascademonstrasi, Aktivitas Masyarakat Normal Kembali

Menurutnya, jumlah anggota dalam grup tersebut diperkirakan mencapai sekitar 150 orang, dengan sekitar 85 orang diduga menjadi korban. Total kerugian disebut-sebut mencapai kurang lebih Rp10 miliar.

Aktivitas arisan ini juga tidak hanya berlangsung di Bali, tetapi meluas hingga Surabaya.

“Dulu sempat ada yang keluar, tapi saya masih percaya. Sekarang saya sadar kerugian sangat besar. Kami ingin ini dihentikan agar tidak ada korban baru,” tegasnya.

ND juga mengungkapkan bahwa anggota yang mempertanyakan dana mereka diduga kerap mendapat tekanan atau ancaman. Ia berharap ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola.

Dalam praktiknya, Saska diduga tidak bekerja sendiri. Ia disebut dibantu suaminya berinisial WAEW, dengan penggunaan rekening pribadi keduanya untuk menampung dana dari para peserta.

Korban lainnya, S (26), juga mengalami kerugian meski dalam jumlah lebih kecil. Ia mengaku tergiur setelah melihat sistem yang awalnya berjalan lancar.

“Saya belum sampai setahun ikut. Awalnya aman, tapi kemudian banyak yang mengaku dirugikan, termasuk keluarga saya. Saat saya ingin menarik dana, ditawarkan potongan 50 persen jika ingin cepat cair. Saya setuju, tapi tetap tidak dibayarkan,” ujarnya. Kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp4 juta.

Baca juga:  Sidak Terpadu DPRD Badung: Paragliding, Proyek Akomodasi, hingga Karaoke Jadi Sorotan

Para korban kini disebut tengah bersiap untuk menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola arisan Twins_SJ belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan dan panggilan WhatsApp ke nomor yang bersangkutan belum mendapat respons. (red/ich)

Berita Terpopular