Jakarta | dunianewsbali – Permata Bank memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik ekonomi hijau melalui penyelenggaraan Permata Eco Fair 2026, sebuah bazar eco-friendly yang menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkelanjutan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan literasi bisnis hijau.
Kegiatan ini berlangsung pada 4–6 Maret 2026 di World Trade Center 3 Jakarta dan dilanjutkan pada 9–11 Maret 2026 di Permata Bank Tower Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan. Selain menghadirkan berbagai produk UMKM ramah lingkungan, acara ini juga diisi dengan rangkaian panel talk show yang membahas peluang bisnis berkelanjutan serta akses pembiayaan hijau bagi pelaku usaha.
Inisiatif ini hadir di tengah peran besar UMKM dalam perekonomian nasional. Data Kementerian UMKM menunjukkan sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2024, menjadikannya salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi UMKM menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dari sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan pedoman teknis implementasi POJK 51/2017 mengenai keuangan berkelanjutan. Regulasi tersebut mencakup Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan yang membuka peluang pembiayaan lebih terarah bagi UMKM, termasuk untuk kegiatan usaha yang ramah lingkungan.
Tren pembiayaan hijau di sektor perbankan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. OJK mencatat kredit hijau nasional mencapai Rp2.075 triliun per Desember 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk berkelanjutan serta dukungan kebijakan pemerintah.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan Permata Eco Fair 2026 merupakan langkah awal untuk memperkuat ekosistem ekonomi hijau di Indonesia melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha.
“Melalui Permata Eco Fair 2026, kami ingin memulai langkah kecil yang memiliki dampak besar dengan memberikan pemahaman yang lebih membumi mengenai ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan. Kami juga ingin menghadirkan contoh nyata transformasi UMKM yang mengangkat isu keberlanjutan. Sebagai pelaku industri perbankan, kami bangga dapat menjembatani ekosistem perekonomian hijau sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Meliza, Rabu (04/03/2026).
Sepanjang 2025, Permata Bank juga memperkuat strategi keberlanjutan melalui peningkatan pembiayaan berkelanjutan. Langkah tersebut mencakup penerapan kebijakan pembiayaan ramah lingkungan serta dukungan terhadap transisi sektor industri beremisi tinggi menuju praktik yang lebih hijau.
Bank ini juga memperkuat proses due diligence berbasis environmental, social, and governance (ESG) serta manajemen risiko iklim guna memastikan seluruh penyaluran kredit selaras dengan prinsip keberlanjutan dan regulasi nasional.
Sejalan dengan agenda global dan nasional menuju ekonomi rendah karbon, Permata Bank menargetkan net zero emission operasional pada 2030. Target tersebut diiringi dengan penguatan strategi pembiayaan net zero emission yang menjadi salah satu prioritas utama bank.
Selain menjadi sarana promosi produk UMKM berkelanjutan, Permata Eco Fair 2026 yang terbuka gratis untuk masyarakat juga menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan pelaku usaha untuk memperluas wawasan pengunjung mengenai ekonomi hijau.
Selama acara berlangsung, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam program pengelolaan sampah plastik dengan membawa botol plastik untuk dimasukkan ke dalam reverse vending machine. Botol yang dikumpulkan akan ditukar dengan reward berupa saldo e-wallet sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dalam praktik ekonomi sirkular. (*)