DENPASAR | Dunia News Bali, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, menilai kehadiran Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali menjadi energi baru dalam memperkuat tata kelola pariwisata di tengah beragam tantangan destinasi Pulau Dewata.
Hal tersebut ia sampaikan saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah NCPI Provinsi Bali masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Denpasar, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, Bali tetap memiliki posisi unggul di tingkat global dan bahkan pada 2026 kembali dinobatkan sebagai Best of the Best World Destination. Namun di balik capaian tersebut, terdapat persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan agar daya saing destinasi tetap terjaga.
Empat masalah utama yang disorot meliputi persoalan sampah, kemacetan, infrastruktur, serta perilaku wisatawan.
Ia menilai pemerintah daerah sebenarnya telah mengidentifikasi masalah tersebut, namun persoalan sampah hingga kini belum sepenuhnya tertangani dan masih menjadi keluhan utama.
Puspa Negara menegaskan agenda strategis NCPI Bali perlu diarahkan pada empat pilar penguatan destinasi. Pertama, peningkatan infrastruktur menuju standar kelas dunia. Kedua, peningkatan keamanan dan kenyamanan destinasi dari berbagai potensi kriminalitas.
Ia mencontohkan kasus pencopetan, penjambretan, penipuan money changer hingga skimming masih terjadi dan harus ditekan karena keamanan merupakan fondasi utama pariwisata.
Pilar ketiga adalah penguatan kembali promosi pariwisata yang sempat menurun pada 2025 akibat kebijakan efisiensi nasional. Sedangkan pilar keempat yakni perlindungan lingkungan, terutama pengelolaan sampah sebagai prioritas utama menuju pariwisata berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan NCPI Bali penting untuk melahirkan gagasan strategis yang memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat serta menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di Badung yang lebih dari 75 persen ekonominya bergantung pada sektor pariwisata.
Ia menekankan target Bali bukan hanya mempertahankan kondisi saat ini, tetapi bergerak menuju Destination of Tomorrow.
Konsep Quality Tourism juga dinilai harus dibangun melalui pembenahan simultan pada infrastruktur, keamanan, promosi dan lingkungan. Tanpa langkah tersebut, Bali berisiko kehilangan daya tariknya.
Selain itu, ia mengajak NCPI Bali berkontribusi menciptakan pariwisata berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk UMKM dan industri kreatif.
Menurutnya kualitas wisatawan bukan semata ditentukan oleh besarnya pengeluaran, melainkan kepatuhan terhadap ekosistem dan aturan destinasi. Dengan layanan dan infrastruktur yang baik, wisatawan akan terseleksi secara alami.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, serta tokoh pariwisata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Forum menghadirkan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong investasi hijau sebagai penggerak menuju Indonesia Emas 2045. (red)