Ramadan Jadi Momentum Literasi Keuangan Syariah, OJK Bali Ajak Masyarakat Waspada Investasi Ilegal

IMG-20260311-WA0034

Denpasar | dunianewsbali – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggelar kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah sebagai upaya meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan syariah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Uluwatu, Kantor OJK Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (10/3/206), dengan menghadirkan berbagai komunitas muslim di Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK terus berkomitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat, termasuk literasi keuangan syariah. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperdalam pemahaman terkait pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai prinsip syariah.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami berbagai produk dan layanan jasa keuangan secara bijak agar mampu mengelola keuangan dengan lebih baik dan terhindar dari risiko kejahatan keuangan.

Parjiman juga mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, saat akan melakukan investasi. Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kehalalan produk dan layanan jasa keuangan yang digunakan.

Baca juga:  KUR Rp1,7 Triliun Tersalurkan, Bank BPD Bali Jadi Motor Ekonomi Bali

Dalam kesempatan tersebut, OJK turut mengingatkan masyarakat terkait maraknya aplikasi pinjaman online ilegal yang mencatut logo OJK. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati ketika mengakses tautan atau mengunduh aplikasi yang tidak dikenal.

Untuk layanan pinjaman daring yang resmi dan berizin OJK, akses yang diperbolehkan hanya terbatas pada kamera, mikrofon, dan lokasi pada gawai, yang dikenal dengan istilah CaMiLan. Dengan memahami hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai modus kejahatan berkedok investasi maupun pinjaman online ilegal.

Kegiatan ini turut menghadirkan Direktur Pengawasan PEPK dan LMST OJK Provinsi Bali Irhamsah, Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Gatot Subroto Muhayadi, serta Ustaz Muhammad Ali yang dikenal sebagai Ustaz Usli. Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang sebagian besar merupakan anggota majelis taklim dari berbagai wilayah di Provinsi Bali.

Dalam acara tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi edukasi, mulai dari pengenalan keuangan syariah oleh OJK Provinsi Bali, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan syariah oleh Pegadaian Syariah, hingga ceramah agama mengenai pengelolaan keuangan dalam perspektif Islam yang disampaikan oleh Ustaz Usli.

Baca juga:  Diberi Tenggat 8 Hari, Termohon Eksekusi Hadapi Langkah Tegas PN Denpasar

OJK juga mengimbau masyarakat untuk segera memastikan legalitas setiap penawaran investasi atau aplikasi keuangan yang mencurigakan. Masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau melalui WhatsApp di 081-157-157-157 untuk melakukan pengecekan.

Selain itu, jika masyarakat mengalami permasalahan dengan lembaga jasa keuangan atau memiliki pertanyaan, pengaduan dapat disampaikan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) di situs www.kontak157.ojk.go.id⁠.

Melalui kegiatan literasi keuangan syariah ini, OJK berharap dapat membentuk masyarakat yang semakin cerdas dan mandiri secara finansial. Upaya ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas, sekaligus memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. (*)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan