Ramadan Jadi Momentum Persatuan, Polda Bali dan Mahasiswa Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

IMG-20260316-WA0000
Mahasiswa dan organisasi kepemudaan bersama unsur Polda Bali mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang memperkuat sinergi generasi muda dan aparat keamanan dalam menjaga kamtibmas di Bali. (Foto: Ist)

DENPASAR | Dunia News Bali – Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Provinsi Bali, Jumat (13/3/2026). Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat sinergi lintas elemen masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Bali.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Trengguli, Penatih, Kota Denpasar tersebut dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, serta unsur kepolisian dari Polda Bali. Pertemuan ini menjadi wadah membangun komunikasi yang lebih terbuka antara generasi muda dan aparat keamanan dalam upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Ketua Umum Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Provinsi Bali, I Ketut Udi Prayudi, menegaskan bahwa bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan pemuda sangat penting dalam merawat persatuan sekaligus menciptakan suasana masyarakat yang damai di tengah berbagai dinamika sosial.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Bali turut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Bali, di antaranya Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Warmadewa, serta Institut Seni Indonesia Denpasar.

Baca juga:  Pansus TRAP Selidiki Dampak Gorong-Gorong, Sejumlah Area Bali Handara Disorot

Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Bali. Beberapa organisasi yang hadir antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Kehadiran berbagai organisasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan lintas kelompok dan latar belakang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta menjelang waktu berbuka puasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, tausiyah Ramadan, serta doa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Usai berbuka puasa, peserta mengikuti prosesi simbolis melempar koin ke Kolam Kebangsaan. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol harapan akan persatuan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berlangsung hingga malam hari dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan di antara para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan serta menghindari berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Baca juga:  Solidaritas Pohon Beringin, Golkar Bali dan AMPI Bali Ringankan Beban Korban Banjir

Melalui momentum Ramadan ini, sinergi antara kepolisian, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan diharapkan semakin kuat. Kolaborasi lintas elemen tersebut diyakini dapat menjaga stabilitas kamtibmas di Bali sehingga kehidupan sosial masyarakat tetap berlangsung aman, damai, dan harmonis. (red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan