Samawartana Brahma Widya Angkatan VII Digelar, 195 Peserta Resmi Lulus Kursus Teologi Hindu

IMG-20260324-WA0033

DENPASAR | Dunia News Bali – Kursus Teologi Hindu Brahma Widya (KTH BW) Angkatan VII Tahun 2025–2026 resmi ditutup melalui prosesi samawartana yang digelar pada Senin, 24 Maret 2026, di Denpasar. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat dan dipuput oleh lima sulinggih, serta dihadiri perwakilan Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra).

Kegiatan pendidikan yang berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan ini dimulai sejak 28 Juni 2025, diawali dengan upacara Sisya Upanayana di Padmasana PHDI Provinsi Bali. Program ini diikuti peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Bali, tetapi juga dari luar daerah seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jakarta, Bekasi, Bogor, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat.

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

Ketua Panitia, Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa KTH Brahma Widya merupakan program pendidikan terbuka yang dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka di Gedung PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna No. 51 Denpasar, serta daring melalui Zoom Meeting guna mengakomodasi peserta luar daerah.

Baca juga:  Bank BPD Bali Warning Nasabah soal Penipuan Berkedok Undian dan Klaim Dana
Ketua Panitia : Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, SH

“Program ini menjadi wadah pembelajaran ilmu ketuhanan Hindu yang inklusif, terbuka bagi masyarakat luas dengan berbagai latar belakang,” ujarnya.

Kursus ini terbagi dalam tiga tingkatan, yakni Teologi Dasar, Teologi Kepemangkuan, dan Teologi Kepanditaan Dasar. Dari total 208 peserta yang terdaftar, sebanyak 195 peserta dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat.

Rinciannya, peserta tingkat dasar yang lulus sebanyak 42 orang, tingkat kepemangkuan 124 orang, serta tingkat kepanditaan sebanyak 48 orang. Para peserta mendapatkan pembelajaran dari tenaga pengajar yang terdiri dari praktisi dan akademisi berpengalaman.

Materi yang diajarkan meliputi berbagai aspek teologi Hindu, mulai dari moderasi beragama, filsafat Saiva Siddhanta, Weda, hingga praktik ritual seperti nganteb, yoga, pembuatan uperengga, serta kajian mendalam seperti tantra, kanda pat, dan dasa bayu.

Selain itu, peserta tingkat lanjut juga mendapatkan pengalaman langsung dengan mempelajari tata cara pengabenan dan uparengga di Krematorium Santa Swarga Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Bendesa Adat, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Baca juga:  Ketua PN Denpasar Di Ultimatum MA , Dugaan Kasus Mafia Tanah Lie Herman Trisna Seluas 5.6 Ha Di Melasti Ungasan

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para narasumber dan peserta yang dengan penuh dedikasi mengikuti proses pembelajaran selama sembilan bulan,” ungkapnya.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, program KTH Brahma Widya telah meluluskan sebanyak 1.706 alumni hingga angkatan ke-8. Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait pendanaan operasional dan kondisi fasilitas gedung yang membutuhkan perbaikan.

Oleh karena itu, panitia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk bantuan operasional maupun renovasi fasilitas, agar program ini ke depan dapat diakses secara lebih luas, bahkan secara gratis.

Dengan berakhirnya Angkatan VII, KTH Brahma Widya diharapkan terus menjadi wadah penguatan pemahaman dan praktik ajaran Hindu yang berakar pada Dresta Bali sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. (Ich)

Berita Terpopular