TPID Badung Perkuat Sinergi Jaga Inflasi Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026

IMG-20260307-WA0041
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi dan Idulfitri. (Foto: Istimewa)

BADUNG | Dunia News Bali – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung yang digelar pada 5 Maret 2026 di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika, Direktur Utama Perumda Mangupura Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha, serta Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Eko Yudi Miranto. Sejumlah perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kabupaten Badung juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi koordinasi solid TPID dalam menjaga stabilitas inflasi selama masa kepemimpinan bersama Bupati Wayan Adi Arnawa. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong lintas instansi dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus mendorong seluruh jajaran untuk mencari solusi jangka panjang terhadap komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi.

Baca juga:  PMA Nakal, Bagaimana Mengatasinya

Menindaklanjuti arahan tersebut, sejumlah perangkat daerah telah menyiapkan langkah cepat. Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung dijadwalkan menggelar pasar murah menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pangan akan menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Bulog dan Perumda Mangupura Giri Sedana. Selain itu, Dinas Perikanan Kabupaten Badung juga akan mendistribusikan sekitar 200 paket olahan ikan guna mendukung program penanganan stunting.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan menyoroti peran strategis Kabupaten Badung yang memiliki kontribusi sekitar 23,6 persen terhadap inflasi Bali. Ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga agar inflasi Bali tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026.

Menurut Ronald, berdasarkan data historis, inflasi di Bali cenderung meningkat menjelang periode HBKN seperti Nyepi dan Ramadan-Idulfitri. Oleh karena itu, High Level Meeting TPID kali ini difokuskan untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan memaparkan perkembangan ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif. Ia menyampaikan bahwa inflasi Badung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,04 persen (month to month) yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan serta adanya kenaikan tarif cukai.

Baca juga:  Pangdam IX/Udayana Resmikan Lapangan Tembak Praja Rakcaka Shooting Range, Tepat di Hari Raya Kemerdekaan RI Ke-79

Sementara itu, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan bahwa meskipun inflasi bulanan Badung tergolong tinggi dibandingkan wilayah lain di Bali, namun secara tahunan masih berada dalam kategori terkendali di kisaran 0,25 persen. Ia juga mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN, seperti cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari.

Selain itu, BPS Badung juga menyosialisasikan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memperkuat basis data ekonomi daerah sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Direktur Utama Perumda Mangupura Giri Sedana (MGS) Kompiang Gede Pasek Wedha menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan petani, pelaku usaha, perbankan, serta pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ketahanan pangan. Sejumlah program yang dijalankan antara lain operasi pasar dan pasar murah, pembukaan gerai pasar rakyat, peningkatan pemantauan distribusi, serta penguatan kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis.

Dukungan serupa juga datang dari Perum Bulog. Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Eko Yudi Miranto, memastikan ketersediaan stok bahan pangan pokok seperti beras, jagung, dan minyak goreng tetap aman. Bulog juga siap mendukung berbagai program stabilisasi harga yang dijalankan TPID Kabupaten Badung.

Baca juga:  Agus Maha usadha Kembali Pimpin Nawa Cita Pariwisata Indonesia Bali, Dorong Pariwisata Berpihak pada Rakyat

Sebagai penutup, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (Red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan