MALANG – Dunianewsbali.com, Di tengah dunia modern yang serbacepat, penuh kompetisi, dan kadang kehilangan arah, hadir sebuah buku yang menawarkan sesuatu yang justru telah lama kita tinggalkan: kearifan lokal. Jeffrey Wibisono V., seorang profesional hospitality dengan pengalaman internasional yang panjang, menghadirkan n-JAWA-ni sebagai jembatan antara masa lalu yang penuh makna dan masa kini yang dipenuhi disrupsi digital.
Buku ini bukan sekadar kumpulan esai tentang pitutur Jawa, tetapi sebuah manifestasi intelektual tentang bagaimana nilai-nilai leluhur dapat diterapkan secara relevan, praktis, dan strategis dalam industri hospitality, pariwisata, kepemimpinan, hingga pengembangan karakter generasi Milenial, Gen Z, dan Alpha.

Menemukan Kembali Jawa dalam Dunia Global
Jeffrey tidak menulis dengan nada nostalgia. Ia justru menegaskan bahwa kearifan lokal bukan antitesis modernitas, melainkan fondasinya. Filosofi seperti urip iku urup, alon-alon asal kelakon, ngendikan kang becik, hingga sedulur papat limo pancer dipaparkan bukan sebagai konsep mistis, tetapi sebagai kerangka etik kerja yang mampu meningkatkan kualitas layanan, profesionalisme, dan empati dalam dunia hospitality.
Melalui analisis yang jernih dan narasi yang elegan, Jeffrey menyajikan bagaimana:
- Urip iku urup menjadi dasar untuk pelayanan tulus dalam industri hotel.
- Alon-alon asal kelakon relevan untuk generasi muda yang mengalami krisis “ingin cepat”.
- Ngendikan kang becik menjelaskan hubungan antara tutur kata, psikologi kerja, dan performa tim.
- Hanacaraka dijadikan blueprint etos kerja modern: fokus, empati, dedikasi, dan keberlanjutan.
Setiap esai seperti menyalakan lilin: kecil namun menerangi ruang yang lebih luas.
Filosofi Jawa Sebagai Strategi Hospitality
Salah satu keunikan buku ini adalah keberanian penulis menjadikan falsafah Jawa sebagai strategic framework untuk dunia profesional.
Dalam bab-bab seperti Natas-Nitis-Netes, Ngurip Urip, hingga Ojo mung urip nanging uripo kudu iso nguripi, pembaca—khususnya praktisi pariwisata dan perhotelan—akan menemukan bahwa:
Kearifan lokal dapat menjadi competitive advantage dalam pelayanan humanis.
• Hospitality bukan hanya kerja operasional, tetapi laku hidup yang berakar pada budaya.
• Tanpa nilai-nilai luhur, teknologi secanggih apa pun tetap kehilangan sentuhan manusiawi.
Jeffrey berhasil menunjukkan bagaimana falsafah lokal Jawa dapat berdialog dengan konsep global seperti servant leadership, experiential hospitality, sustainability, dan customer-centricity tanpa kehilangan jati diri.
Gaya Tutur yang Hangat dan Matang
Buku ini dibuka dengan Sekapur Sirih yang menjelaskan konteks unggah-ungguh Jawa secara ringkas namun tajam. Jeffrey menulis dengan nada mentorship, bahasa yang matang, elegan, dan mudah dipahami generasi digital.
Setiap esainya memadukan:
● Kisah kehidupan nyata,
● Refleksi mendalam sebagai praktisi hospitality,
● Kutipan global,
● Pitutur lokal yang ditafsirkan ulang dengan cara modern.
Hasilnya: sebuah gaya penulisan yang reflektif, kontemplatif, dan teraputik.
Buku ini tidak menggurui; ia menuntun.

Relevan untuk Masa Kini, Berguna untuk Masa Depan
Melalui sejumlah bab yang membahas Sedulur Papat Limo Pancer, Kakang Kawah, Adik Ari-ari, hingga Ibu Bumi, buku ini juga menegaskan pentingnya keberlanjutan dan relasi manusia-alam dalam pariwisata Indonesia. Jeffrey memperlihatkan bahwa pembangunan pariwisata tidak cukup dengan investasi infrastruktur; ia harus berakar pada filosofi hidup yang menghormati alam dan manusia.
Buku ini sangat relevan untuk:
• pelaku pariwisata dan perhotelan,
• Akademisi dan mahasiswa manajemen perhotelan/pariwisata,
• pemimpin organisasi,
• pendidik,
• para pencari makna,
• generasi muda yang membutuhkan panduan etika.
Dalam dunia yang makin kompetitif dan kerap kehilangan arah, n-JAWA-ni menjadi kompas moral dan profesional.
Kekuatan Buku Ini
1. Kontekstual & aplikatif
Setiap falsafah Jawa langsung dikaitkan dengan kebutuhan industri modern.
2. Mengangkat martabat kearifan lokal
Jeffrey menempatkan pitutur Jawa bukan sekadar warisan budaya, tetapi sebagai global wisdom.
3. Gaya penulisan reflektif dan matang
Membuat pembaca merasa sedang berbincang dengan seorang mentor.
4. Relevan bagi lintas generasi
Terutama generasi muda yang haus makna di tengah kegelisahan digital.
5. Menghadirkan perspektif global tanpa kehilangan akar
Selaras dengan pesan almarhum I Gede Ardika:
“Tidak ada modernitas tanpa tradisi kelokalan.”
Kesimpulan
n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa Go Global adalah buku yang hadir tepat waktu. Di era ketika manusia kehilangan pijakan, ketika generasi muda gamang menghadapi masa depan, dan ketika industri hospitality menuntut kualitas layanan yang lebih manusiawi, buku ini menawarkan kekuatan baru: kembali ke nilai-nilai luhur yang relevan dan universal.
Jeffrey Wibisono V. tidak hanya menulis buku; ia menghidupkan kembali kesadaran kolektif bahwa kearifan lokal adalah energi yang harus dijaga dan diwariskan.
Buku ini layak dibaca, dikaji, dan dijadikan rujukan dalam pendidikan hospitality, pengembangan SDM, kepemimpinan, serta pembentukan karakter generasi masa depan.
Jika ada satu kalimat untuk merangkum buku ini, maka itu adalah:
“Tradisi Jawa bukan masa lalu—ia adalah masa depan yang sedang kita bangun.”

Ref:
Judul Buku: n-JAWA-ni Kearifan Lokal Jawa Go Global
Kategori: Filosofi Jawa Modern Pengembangan Diri & Etika Profesional
Penulis: Jeffrey Wibisono V.
Penerbit: PT. Samudra Solusi Profesional
ISBN: 978-634-7500-05-2
Ukuran Buku: 15 x 21
Jumlah Halaman: 280 Halaman
Binding: Soft Cover
Bulan Terbit: Desember 2025
Harga Buku: Rp. 117.000 per eksemplar