Perkuat Kepemimpinan Internal, OJK Lantik Pejabat Strategis Pusat dan Daerah

IMG-20260304-WA0022

Jakarta | dunianewsbali – Otoritas Jasa Keuangan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Departemen serta Kepala OJK Daerah. Pelantikan ini dipimpin oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan, peningkatan kinerja, dan penguatan integritas lembaga.

Dalam sambutannya, Friderica menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memastikan organisasi OJK tetap adaptif dan solid dalam menghadapi dinamika sektor jasa keuangan. Ia menekankan bahwa integritas, profesionalisme, dan keteladanan harus menjadi nilai utama para pejabat yang baru dilantik.

“Integritas harus menjadi fondasi utama, karena kepercayaan adalah modal terbesar lembaga ini,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa tanggung jawab jabatan melekat langsung pada upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi kepentingan masyarakat, Rabu, (03/03/2026)

Adapun pejabat yang resmi dilantik dan mengemban amanah baru adalah:

1.Kristrianti Puji Rahayu sebagai Kepala OJK Institute (OJKI)

2.Rudy Agus P. Raharjo sebagai Kepala Departemen Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Budaya (DOSB)

Baca juga:  Kadek Winnie Kaori Pererat Silaturahmi dengan Media Lewat Aksi Berbagi

3.Parjiman sebagai Kepala OJK Provinsi Bali

4.Misran Pasaribu sebagai Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

5.Sabar Wahyono sebagai Kepala Departemen Pelindungan Konsumen (DPLK)

6.Indra Salfian sebagai Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (DZPL).

Dari perspektif analisis keuangan, pengisian posisi strategis ini mencerminkan fokus OJK dalam memperkuat fungsi pengawasan, perizinan, edukasi, serta pelindungan konsumen secara terintegrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kepemimpinan yang kuat dan berintegritas dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dan respons terhadap risiko sektor jasa keuangan.

Melalui penguatan struktur organisasi ini, OJK menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. (*)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan