Manggala Taksu Agung Perkuat Umat Hindu di Banyuwangi, Dukung Pembangunan Pelinggih hingga Kunjungan Spiritual

IMG-20260310-WA0046

BANYUWANGI | Dunia News Bali –  Organisasi sosial keagamaan Manggala Taksu Agung melaksanakan kunjungan spiritual sekaligus kegiatan sosial ke wilayah Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menyasar umat Hindu yang tinggal di kawasan pelosok, khususnya di sekitar Alas Purwo dan kaki Gunung Raung.

Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan simakrama ini menjadi wujud kepedulian terhadap umat Hindu di luar Pulau Bali, terutama mereka yang hidup dengan keterbatasan fasilitas keagamaan maupun sarana pendidikan agama.

Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gede Widhi, mengaku terharu sekaligus kagum melihat keteguhan umat Hindu di Banyuwangi yang tetap menjalankan keyakinan dengan penuh semangat.

“Kami merasa terketuk untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Saya melihat sendiri bagaimana mereka tumbuh dari hati, memiliki semangat luar biasa, bahkan berinisiatif membangun tempat suci secara mandiri di wilayah mereka,” ujar Jro Gede Widhi di sela-sela kunjungannya.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah memenuhi undangan panitia pembangunan pura atau pelinggih di lingkungan SMP 2 Anglimo Raung. Pertemuan itu dihadiri lebih dari 60 orang tua serta wali murid Hindu yang menyampaikan berbagai aspirasi dan kendala terkait penyediaan fasilitas ibadah bagi para siswa.

Baca juga:  Varnion Luncurkan WiFi 7 dan Solusi Digital Terintegrasi untuk Industri Hospitality di TechIntelligent 2025

Menanggapi hal tersebut, Ibu Sinar yang merupakan salah satu pendiri Manggala Taksu Agung menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan sarana keagamaan di lingkungan sekolah tersebut.

Melalui relawan Dharma Manggala Taksu Agung, bantuan yang akan dihaturkan antara lain satu unit pelinggih Padma Sari, satu unit pelinggih Penunggun Karang, patung Dewa Ganesha dan Dewi Saraswati, paket lengkap upakara atau banten untuk pemlaspasan serta piodalan, hingga pemuputan upacara oleh Ida Peranda.

Tidak hanya bantuan fisik, Ibu Sinar juga akan mempersembahkan Tarian Topeng Wali pada saat piodalan yang bertepatan dengan Hari Raya Saraswati pada 4 April 2026 sebagai bentuk pengabdian atau ngayah.

Penguatan Bagi Umat Hindu Minoritas

Dalam kesempatan yang sama, Jro Gede Widhi juga memberikan pemaparan mengenai tata cara pembangunan pelinggih yang sesuai dengan sastra agama Hindu. Ia turut memberikan motivasi kepada umat Hindu yang hidup sebagai kelompok minoritas.

“Jangan berkecil hati menjadi minoritas. Beragama itu fokus ke dalam diri. Lakukan yadnya sesuai kemampuan dan sarana yang ada di wilayah setempat. Jangan terbebani untuk harus menjadi seperti di Bali. Yang terpenting adalah penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Baca juga:  Cegah Diabetes Sejak Dini, Kalbe Nutritionals Galakkan Kampanye #SejutaJari #PunyaDia

Semangat gotong royong juga terlihat dari kesiapan Jro Mangku Pande, penari topeng dari Manggala Taksu Agung, yang menyatakan kesediaannya untuk ngayah. Pihak sekolah menyambut baik rencana tersebut, bahkan iringan gamelan akan disiapkan oleh para guru setempat.

Selain kegiatan sosial, rombongan Manggala Taksu Agung juga menjalani rangkaian perjalanan spiritual ke sejumlah situs suci di Banyuwangi. Kegiatan diawali dengan mekemit di Pura Alas Purwo, dilanjutkan dengan persembahyangan di Pura Kawitan serta Nataran Pura Alas Purwo.

Perjalanan spiritual kemudian berlanjut menuju Petirtaan Beji Gumuk Kancil yang berada di lereng Gunung Raung untuk melaksanakan prosesi penglukatan dan persembahyangan di Pura Candi Gumuk Kancil.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Pura Sandya Dharma yang saat ini tengah membangun wantilan sebagai balai pertemuan sekaligus tempat pembelajaran agama atau santi.

Atas kedekatan yang terjalin selama kegiatan tersebut, Manggala Taksu Agung juga diundang kembali untuk menghadiri piodalan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Melalui kegiatan ini, Manggala Taksu Agung berharap semakin banyak umat Hindu di Nusantara yang tergerak untuk menunjukkan solidaritas serta kepedulian terhadap keberadaan situs suci dan pembinaan umat di daerah-daerah terpencil. (red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan