TABANAN | dunianewsbali – Gelaran Ulun Danu Festival kembali diselenggarakan selama 1,5 bulan, mulai 16 Juni hingga 9 Agustus 2026. Acara tahunan ini sukses mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan Bedugul hingga mencapai 30 persen.
Direktur Utama Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan Bedugul, I Wayan Mustika, S.E., menyampaikan bahwa ajang ini merupakan pelaksanaan ke-4 pascapandemi. Festival diselenggarakan di dua lokasi utama, yaitu kawasan Pura Ulun Danu Beratan dan The Bloom, Candi Kuning, Bedugul.

Kolaborasi Budaya 20 Desa Adat dan Pemberdayaan Warga
Festival tahun ini melibatkan sebanyak 20 desa adat pengempon Pura Ulun Danu Beratan dan The Bloom. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi pilar utama dalam menyajikan atraksi seni dan budaya yang autentik.
- Parade Gebogan: Dilombakan secara khusus antar-ibu-ibu PKK dari 20 desa adat pengempon.
- Pementasan Seni: Mengintegrasikan seni pertunjukan tradisional seperti Tari Barong, Tari Kecak, dan Fragmen Tari Legong.
- Dana Pembinaan: Setiap sekaa (kelompok seni) yang tampil menerima dana pembinaan sebesar Rp4 juta dari pihak pengelola.

Pengelola membagi jadwal acara secara bergiliran. Kegiatan dilaksanakan di Ulun Danu pada hari Senin hingga Rabu, sedangkan pada hari Rabu hingga Minggu bergeser ke kawasan The Bloom.
”Ini parade gebogan dan fragmen tari yang diikuti oleh 20 desa adat pengempon Pura Ulun Danu Beratan dan The Bloom Bali. Kita adakan di dua destinasi, kalau hari Senin, Selasa, Rabu di Ulun Danu, lalu Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu di The Bloom Bali,” ujar I Wayan Mustika.
Geliat Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Dampak positif dari penyelenggaraan festival yang berdurasi panjang ini terasa pada lonjakan angka kunjungan. Wisatawan mancanegara dari Eropa, India, Tiongkok, hingga Asia Tenggara mendominasi kunjungan selama periode Juli-Agustus.
Wisatawan tidak hanya disuguhkan keindahan alam dan landmark ikonik Pura Ulun Danu Beratan di tengah danau, tetapi juga diajak menyaksikan proses kreativitas budaya lokal secara langsung.
”Antusias wisatawan untuk berkunjung luar biasa, baik wisatawan Domestik maupun tamu asing. Sampai hari ini kenaikannya kurang lebih sampai 30 persen,” ungkap Mustika.

Sinergi Pemda dan Pengelola: Kunci Kemandirian Sektor Wisata Tabanan
Penyelenggaraan Ulun Danu Festival memberikan gambaran penting mengenai kemandirian pengelolaan destinasi wisata. Seluruh pendanaan festival ditanggung mandiri oleh pengelola DTW tanpa membebankan APBD daerah. Pihak pengelola secara terbuka berharap Pemkab Tabanan dapat memperkuat sinergi, terutama pada sektor promosi dan pengembangan infrastruktur pendukung.
”Untuk pendanaan sih kita sendiri. Harapan kita dengan Pemda Tabanan, ayo kita bersinergi dengan Ulun Danu dan The Bloom, sehingga pariwisata yang ada di Tabanan semakin maju dan semakin baik,” pungkasnya.
Keberhasilan menaikkan angka kunjungan hingga 30% membuktikan bahwa daya tarik budaya jika dikelola dengan konsisten mampu menjadi penggerak ekonomi warga sekitar. Dukungan regulasi serta promosi lintas wilayah dari pemerintah daerah akan memastikan keberlanjutan event ini di masa depan. (brv)