Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Denpasar Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

IMG-20260312-WA0055

DENPASAR | Dunia News Bali – Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi serta Ramadan dan Idul Fitri. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang digelar pada 10 Maret 2026 di Kantor Wali Kota Denpasar.

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Putra Utama, Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Adi Mulya, Kepala BPS Kota Denpasar I Made Juli Ardana, Manajer Supply Chain Perum Bulog Denpasar Eko Yudi Miranto, serta perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dan Bank Indonesia Provinsi Bali perlu terus diperkuat melalui dukungan, asistensi, serta pendampingan dalam pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi.

Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten melalui koordinasi lintas instansi dan implementasi berbagai program strategis. Selain itu, seluruh pihak juga diminta terus mencermati dinamika global, khususnya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) dunia.

Baca juga:  Kacaukan Desa Adat Serangan, Putusan MDA Provinsi Dianggap Bikin Gaduh

Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada biaya transportasi, subsidi pemerintah, hingga mendorong kenaikan harga berbagai komoditas di dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi Bali menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pengendalian inflasi melalui TPID, khususnya menjelang periode HBKN.

Bank Indonesia juga memaparkan perkembangan inflasi di Provinsi Bali dan Kota Denpasar beserta sejumlah tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah dinamika ekonomi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia mendorong sejumlah strategi pengendalian inflasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah jangka pendek menjelang Nyepi dan Idul Fitri meliputi pelaksanaan Operasi Pasar Murah, percepatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta optimalisasi komunikasi publik.

Sementara itu, strategi jangka panjang dilakukan melalui penguatan ketahanan pasokan pangan dan koordinasi kebijakan lintas sektor. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sehingga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen pada 2026.

Baca juga:  Pertumbuhan Ekonomi: Benarkah Bisa Mengukur Kesejahteraan Masyarakat?

Selain itu, Bank Indonesia juga menyampaikan dukungan melalui berbagai program fasilitasi untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah di Kota Denpasar.

Sejalan dengan hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar memaparkan perkembangan inflasi terkini serta sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi maupun deflasi di daerah tersebut.

BPS juga menyoroti kondisi ketersediaan bahan makanan yang berpotensi terganggu akibat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipasi guna menghadapi potensi peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Selain memaparkan kondisi inflasi, BPS Kota Denpasar juga menyampaikan agenda pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data statistik ekonomi sebagai landasan dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Perum Bulog Denpasar melaporkan kondisi cadangan pangan pemerintah di Bali yang dinyatakan dalam kondisi memadai. Bulog juga menjelaskan proses penyaluran bantuan pangan sepanjang tahun 2025 serta kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode HBKN.

Bulog menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi dalam berbagai program stabilisasi harga, termasuk kegiatan operasi pasar dan gerakan pangan murah bersama perangkat daerah anggota TPID guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan bahan pokok.

Baca juga:  Menggali Potensi Desa Adat Pukuh, Peran Jejaring Dewi dan Dewa Nyoman Budiasa (DNB)

Sebagai penutup, Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pengendalian inflasi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar secara berkelanjutan. (red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan