Semangat Baru Papera: Logo Baru, Konsolidasi Kuat, Target Menang 2029

Screenshot_20260419_212616_Editor Lite

Denpasar | dunianewsbali – Konsolidasi organisasi Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) di Bali berlangsung penuh semangat dan simbol pembaruan. Selain memperkuat arah gerakan politik dan ekonomi kerakyatan, agenda ini juga menjadi momentum penegasan identitas, soliditas kader, serta kesiapan menghadapi kontestasi politik ke depan.

Ketua Umum Papera, Don Muzakir menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya mengawal program Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar dirasakan oleh pedagang pasar. Papera, sebagai sayap dari Partai Gerindra, disebutnya terus bergerak merangkul pelaku usaha kecil hingga ke daerah.

“Kita memastikan program pemerintah berjalan di tengah pedagang. Salah satunya dengan mengawal distribusi agar rantai pasok lebih pendek dan harga tetap stabil,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas harga yang terjaga pada momentum besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah mulai berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Papera juga meluncurkan logo baru sebagai simbol semangat dan arah perjuangan yang diperbarui. Don Muzakir menyebut perubahan ini sebagai penanda kesiapan organisasi untuk tampil lebih solid dan progresif, sekaligus menguatkan target politik menuju Pemilu 2029.

Baca juga:  Peduli dan Berbagi, NasDem Bali Kobarkan Semangat Kemanusiaan di HUT ke-14

“Dengan semangat baru, Papera harus lebih maju dan solid dalam membesarkan Partai Gerindra,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Papera Bali, Gusjie, menekankan pentingnya mendorong seluruh pengurus dan anggota di tingkat kabupaten/kota untuk lebih aktif, responsif, dan tidak pasif dalam komunikasi organisasi. Menurutnya, konsolidasi tidak hanya soal pertemuan fisik, tetapi juga keterlibatan aktif dalam setiap dinamika internal.

“Jangan hanya hadir kalau ada momentum besar. Kita butuh komitmen dan keaktifan semua anggota untuk menggerakkan organisasi,” tegasnya.

Gusjie mengingatkan bahwa perjuangan Papera masih panjang dan tidak boleh kendor, meskipun kepemimpinan nasional telah berada di tangan Prabowo. Ia menegaskan bahwa Papera sebagai sayap partai memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan hingga ke akar rumput.

“Kita ini sayap partai. Kalau sayapnya tidak kuat, kita tidak bisa terbang tinggi. Maka kita harus tetap bergerak, membawa nama besar partai dan Presiden ke tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh instruksi organisasi akan tetap berada dalam garis komando Partai Gerindra sebagai induk, sehingga gerakan Papera tetap terarah dan terkoordinasi.

Baca juga:  HUT ke-61 Golkar Bali: Doa untuk Negeri Menggema di Pura Jagatnatha

Konsolidasi ini sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota, membangun semangat kolektif, serta memperkuat posisi Papera Bali sebagai bagian penting dalam strategi pemenangan politik ke depan.

Di akhir kegiatan, baik Don Muzakir maupun Gusjie sama-sama mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas, meningkatkan militansi, dan tidak lengah dalam perjuangan.

“Perjuangan ini belum selesai. Justru sekarang saatnya kita semakin solid untuk memastikan kesejahteraan rakyat benar-benar terwujud,” tutupnya. (*)

Berita Terpopular