Muswil KAHMI Bali Ke-VIII: Wamen Transmigrasi dan Abdullah Puteh Dorong Aksi Nyata

DENPASAR | dunianewsbali – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali resmi dibuka di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). Forum strategis ini dihadiri langsung oleh dua tokoh nasional KAHMI, yakni Wakil Menteri Transmigrasi H. Viva Yoga Mauladi, M.Si., dan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Drs. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si.

​Ruang Nostalgia Wamen Transmigrasi di Bumi Pluralisme

​Kehadiran Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, membawa suasana emosional dan penuh nostalgia dalam Muswil KAHMI Bali kali ini. Bagi Viva Yoga, agenda ini merupakan momen refleksi pulang ke “kawah candradimuka” tempat karakternya pertama kali ditempa sebagai mantan Ketua Umum HMI Cabang Denpasar.

Tokoh nasional KAHMI, yakni Wakil Menteri Transmigrasi, H. Viva Yoga Mauladi, M.Si.

“Saya adalah kader HMI Cabang Denpasar,” tegas Viva Yoga di hadapan ratusan alumni dan kader yang memadati ruang Muswil.

​Ia memaparkan bahwa berproses sebagai umat Islam di tengah mayoritas masyarakat Hindu di Bali memberikan pelajaran berharga mengenai inklusivitas dan toleransi yang sesungguhnya. Nilai-nilai tersebut ia dapatkan termasuk saat menimba ilmu kepada tokoh ulama kharismatik Bali, almarhum Habib Adnan Soenaryo.

​Meneladani tokoh HMI terdahulu seperti Dahlan Ranuwihardjo, Viva Yoga menitipkan tiga pesan pilar utama untuk keberlanjutan organisasi ke depan:

  • Iman: Menjaga nilai spiritualitas dasar dalam setiap langkah pergerakan.
  • Ilmu: Terus meningkatkan kapasitas intelektual kader di daerah.
  • Strategi: Mampu merumuskan arah organisasi yang adaptif dengan tantangan zaman.
Baca juga:  Strategi Membendung Pendatang Baru Saat Arus Balik

​Selain itu, ia mengingatkan agar para senior KAHMI Bali memiliki kewajiban moral untuk menjaga pengaderan di tingkat komisariat dan cabang, serta membangun sinergi lintas sektor demi pembangunan Provinsi Bali.

​Pergeseran Paradigma KAHMI: Tolak “Omong-Omong”, Dorong Kerja Nyata

​Sejalan dengan komitmen pembangunan daerah, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, secara resmi membuka persidangan organisasi ini. Dalam wawancara di sela acara, Abdullah Puteh menekankan pentingnya pergeseran fokus pergerakan alumni HMI.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Drs. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si.

​”Harapan saya, KAHMI ke depan tidak lagi sekadar mengadakan acara ‘omong-omong’ saja, tetapi melakukan kerja-kerja yang nyata, yang ada karyanya,” ujar Abdullah Puteh.

​Mantan Gubernur Aceh tersebut memaparkan tiga fokus strategis Majelis Nasional KAHMI ke depan:

  • Perkembangan Internal: Memastikan struktur organisasi KAHMI di wilayah Bali semakin berkembang kuat.
  • Komunikasi Eksternal: Meningkatkan sinergi dan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk partai politik dan ormas lain.
  • Investasi Sosial Ekonomi: Meletakkan upaya kolaborasi konkret untuk melahirkan program yang menghasilkan lapangan kerja baru.

​Gerakan Ekonomi Riil Lewat Komoditas Nilam dan Kapulaga

​Sebagai langkah konkret, KAHMI tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi riil berbasis pertanian yang akan disebarkan ke seluruh Indonesia. Fokus utama gerakan ini adalah hilirisasi tanaman Nilam (Pogostemon cablin) dan Kapulaga.

Baca juga:  Satset, Kasatreskrim Polres Jembrana Gerak Cepat Tangkap 3 Pelaku Asusila Anak Dibawah Umur

​Abdullah Puteh menjelaskan bahwa komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar internasional.

  • Minyak Nilam: Harga jual minyak atsiri hasil olahan nilam di pasaran saat ini mampu mencapai kisaran Rp 3,9 juta per kilogram.
  • Budidaya Kapulaga: Berdasarkan data riset, budidaya komoditas kapulaga secara intensif mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 50 juta per hektar.

​Melalui pelaksanaan Muswil VIII KAHMI Bali ini, kolaborasi antara peningkatan kapasitas kader yang ditekankan oleh Viva Yoga Mauladi diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi eksekusi program ekonomi riil seperti yang diamanatkan oleh Abdullah Puteh.

Tema Utama: Harmoni, Konsolidasi, dan Kemajuan Bali

​Muswil VIII KAHMI Bali kali ini mengusung tema yang sangat strategis dan relevan dengan kondisi daerah, yaitu: “Memperkuat Konsolidasi KAHMI Bali, Memanjang Sinergi yang Harmoni dan Berkemajuan”.

Para peserta Muswil KAHMI Bali ke 8 berphoto bersama

Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika pembangunan Pulau Dewata yang begitu cepat, KAHMI Bali ingin memosisikan diri sebagai wadah alumni yang solid dan adaptif. Kata “Harmoni” menjadi penekanan khusus mengingat keberadaan KAHMI sebagai bagian dari elemen masyarakat Islam yang hidup berdampingan secara damai dalam kultur budaya Bali yang kuat.

Baca juga:  Pusat Diminta Percepat Infrastruktur Bali, Koster Tekankan Pembangunan Selaras Budaya

​3 Tujuan Strategis Pelaksanaan Muswil VIII KAHMI Bali

​Secara garis besar, forum tertinggi pengambilan keputusan KAHMI di tingkat wilayah ini diselenggarakan untuk mencapai tiga tujuan utama:

  • 1. Rekonsiliasi dan Konsolidasi internal Kepengurusan Muswil ini bertujuan untuk melakukan evaluasi capaian program kerja periode sebelumnya sekaligus memilih nakhoda dan formatur kepengurusan Majelis Wilayah KAHMI Bali yang baru. Langkah ini penting untuk menyatukan kembali potensi alumni yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Bali.
  • 2. Penguatan Peran Sinergi Lintas Sektor Daerah Forum ini dirancang untuk merumuskan rekomendasi pemikiran dan program kerja yang sinergis dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bali. KAHMI berkomitmen mengintegrasikan keahlian para alumninya—mulai dari akademisi, birokrat, pengusaha, hingga profesional—untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan pariwisata Bali.
  • 3. Transformasi Gerakan: Dari Wacana Menuju Aksi Riil (Karya Nyata) Sesuai arahan Majelis Nasional, Muswil ini bertujuan mengubah arah pergerakan organisasi dari yang semula bersifat seremonial atau diskursus teoretis, menjadi eksekutor program-program riil. Salah satu target utamanya adalah melahirkan proyek kolaborasi ekonomi, seperti inisiasi hilirisasi pertanian lokal yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas. (Brv)

Berita Terpopular

Scroll to Top