IKB Flobamora Bali Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum 2026–2029, Caretaker Siapkan RTA Luar Biasa

DENPASAR | Dunia News Bali – Ikatan Keluarga Besar Flores, Sumba, Timor, dan Alor (IKB Flobamora) Provinsi Bali resmi memulai proses penjaringan bakal calon Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2029. Tahapan ini dilakukan menyusul berakhirnya masa kepemimpinan Herman Umbu Billy.

Sambil menyiapkan proses pemilihan, organisasi menunjuk kepengurusan sementara (caretaker) yang dipimpin Fredrik Billy. Ia didampingi empat anggota, yakni Ardy Ganggas, Agustinus Dei Segu, Yanri Ottu, dan Fila Hidayana.

Keputusan tersebut mengemuka dalam rapat Tim Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum IKB Flobamora Bali yang berlangsung di Rumah Sinergi, Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar, Senin (27/7) sore.

Ketua Caretaker IKB Flobamora Bali, Fredrik Billy, menjelaskan bahwa pada Rapat Tertinggi Anggota (RTA) yang digelar bulan lalu belum muncul sosok yang disepakati sebagai calon ketua umum. Karena itu, forum memutuskan membentuk caretaker untuk mempersiapkan tahapan pemilihan berikutnya.

“Masukan dari anggota paguyuban menghendaki figur pemimpin yang mampu mempersatukan seluruh elemen Flobamora di Bali,” ujar Fredrik.

Baca juga:  Klarifikasi Isu KTP di Pura Tirtha Harum, Pengelola KEK Kura-Kura Bali Tegaskan Informasi Hoaks

Ia menegaskan, salah satu tugas utama caretaker adalah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Tertinggi Anggota Luar Biasa (RTA-LB) paling lambat dalam waktu tiga bulan. Selain itu, caretaker juga bertanggung jawab melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum.

Menurutnya, bakal calon diharapkan mewakili tiga wilayah besar di Nusa Tenggara Timur, yakni Flores, Sumba, dan Daratan Timor, sebagai bentuk representasi dan kebersamaan di tubuh organisasi.

Berdasarkan hasil masukan Tim Penjaringan dan Penyaringan, terdapat tiga nama yang diusulkan sebagai bakal calon Ketua Umum, yakni Sensilius Dore mewakili Flores, Gideon Napatadi dari Sumba, dan Sindi Rotnana dari Timor.

Fredrik menjelaskan, proses pendaftaran dan pengambilan formulir kesediaan sebagai bakal calon telah dibuka mulai hari ini. Apabila hingga penutupan pendaftaran hanya terdapat satu orang yang mendaftar, maka pemilihan akan berlangsung dengan calon tunggal.

“Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 31 Juli 2026,” katanya.

Selanjutnya, pada 2 Agustus 2026, panitia akan melaksanakan sosialisasi kepada seluruh unit IKB Flobamora di kabupaten dan kota se-Bali. Bersamaan dengan itu, formulir dukungan kepada bakal calon juga mulai didistribusikan, dengan batas akhir pengembalian dukungan pada 5 Agustus 2026.

Baca juga:  Terbongkar! Tukar Guling PT BTID Diduga Cacat, DPRD Bali Minta Tutup

Rapat Tertinggi Anggota Luar Biasa dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

“Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti peserta mengenakan pakaian adat, kemudian dilanjutkan dengan RTA Luar Biasa. Jika memungkinkan sekaligus dilakukan pelantikan, kami berharap pemerintah dapat hadir,” ungkap Fredrik.

Ia menambahkan, persyaratan bagi bakal calon Ketua Umum antara lain merupakan anggota yang terdaftar di unit, memiliki pengalaman sebagai pengurus, pembina, atau penasihat organisasi, memiliki waktu untuk menjalankan tugas organisasi, berusia minimal 40 tahun, serta dinyatakan sehat jasmani saat mendaftar.

Sementara itu, sesepuh Flobamora Bali, Yusti Diaz, menilai proses penjaringan Ketua Umum merupakan momentum penting bagi keberlanjutan organisasi.

“Flobamora merupakan organisasi besar di Bali yang menaungi warga keturunan Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Karena itu, proses pemilihan pemimpin menjadi momentum yang sangat penting bagi masa depan organisasi,” ujarnya. (red/riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top