BULELENG | dunianewsbali – Memperingati HUT ke-25, DPD Partai Demokrat Bali menggelar aksi lingkungan serentak di Danau Tamblingan dan Danau Beratan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menyasar penanganan sampah plastik, penanaman pohon, hingga penebaran ribuan benih ikan lokal.
Kawasan perairan Bali belakangan mendapat tekanan ekologis akibat akumulasi sampah. Melalui gerakan bertajuk “Gerakan Langit Biru, Indonesia Asri”, kader partai bersama komunitas lokal turun langsung membersihkan kawasan resapan air utama di Pulau Dewata tersebut.
Sentil Masalah Sampah dan Keseimbangan Ekosistem Danau
Pemilihan Danau Tamblingan di Buleleng dan Danau Beratan di Tabanan bukan tanpa alasan teknis. Kedua danau hulu ini memegang peranan krusial dalam menyuplai kebutuhan air bersih dan irigasi di sebagian besar wilayah Bali.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, menegaskan bahwa menjaga kebersihan danau adalah investasi langsung bagi keberlangsungan ekonomi pariwisata Bali.
“Pariwisata menyumbang lebih dari 60 persen ekonomi Bali. Jika danau kita asri dan tenang, wisatawan akan terus berkunjung. Mengelola kebersihan air danau berarti menjaga sumber devisa negara,” tegas Mudarta di lokasi acara.
Dalam aksi tersebut, gabungan kader dan relawan menyisir sampah plastik, menanam bibit pohon cemara pendek, serta melepas 3.000 benih ikan gabus ke Danau Tamblingan.
Solusi Sampah Bali: Edukasi Pemilahan dari Rumah Tangga
Masalah penanganan sampah di Bali kerap menghadapi jalan buntu akibat pengolahan di hilir yang overload. Aksi bersih-bersih di kawasan hulu ini dihadirkan sebagai pemicu kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan masalah sampah langsung dari sumbernya.

Ketua DPC Partai Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani, menyebutkan bahwa pembersihan di lapangan harus diimbangi dengan perubahan perilaku harian warga.
“Kami ingin kegiatan ini mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah—organik, plastik, hingga residu. Pemilahan awal akan membuat proses pengolahan di tingkat lanjut jauh lebih mudah,” kata Herryani.
Aksi lingkungan di Buleleng ini turut melibatkan masyarakat adat Catur Desa (Desa Munduk, Gobleg, Gesing, dan Umejero). Sinergi bersama warga lokal memastikan penanaman pohon cemara pendek sesuai dengan tata ruang adat dan kesucian kawasan 22 pura sakral di sekitar danau.
Gelombang Kader Muda dan Kaitannya dengan Peta Politik 2029
Di luar aspek ekologis, aksi sosial ini memperlihatkan konsolidasi partai dalam merangkul pemilih muda. Kehadiran figur utama partai di tingkat nasional memberi dampak signifikan terhadap daya tarik pemilih milenial di Bali.

Made Mudarta mengonfirmasi adanya peningkatan registrasi anggota baru yang didominasi oleh kelompok usia muda menjelang Pemilu 2029.
Beberapa poin penting terkait konsolidasi internal partai di Bali meliputi:
- Jumlah KTA Terdaftar: Saat ini pemegang KTA Partai Demokrat di Bali mencapai 319.000 orang.
- Pertumbuhan Anggota Baru: Terjadi penambahan ribuan kader baru dari generasi milenial dan Gen Z.
- Faktor Magnet Ketum: Figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jajaran kementerian dipandang sebagai representasi anak muda yang adaptif.
- Insentif KTA: DPD Bali menyiapkan program rapat koordinasi untuk pengundian insentif dan kegiatan interaktif bagi pemilik KTA resmi.

Mengapa Aksi Hulu Penting bagi Bali?
Secara ekologis, wilayah Buleleng dan Tabanan merupakan water catchment area (daerah tangkapan air) vital bagi daratan Bali. Pencemaran plastik di kawasan danau vulkanik tidak hanya merusak biota air, tetapi juga berpotensi mencemari cadangan air tanah yang dikonsumsi masyarakat.
Langkah kolaboratif yang menggabungkan struktur partai politik, organisasi kemasyarakatan (seperti Laskar Merah Putih dan Bulldog), serta lembaga adat Catur Desa menjadi model pendekatan lingkungan yang efektif. Penanganan sampah berbasis sumber dan pelestarian ritual adat terbukti lebih diterima warga lokal dibandingkan pendekatan regulasi yang kaku. (brv)