DENPASAR | dunianewsbali – Politisi senior I Gusti Agung Ronny Indra Wijaya resmi mengundurkan diri dari posisi Ketua DPD Partai Garuda Bali sekaligus keanggotaan partai sejak 1 Agustus 2026 untuk beristirahat dari dinamika politik regional.
Keputusan Istirahat dari Arena Politik Regional
Langkah mendadak yang diambil tokoh yang akrab disapa Gung Ronny ini mengejutkan peta politik Bali. Penegasan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung saat ditemui di Denpasar pada Minggu (23/8/2026).
Faktor kesibukan personal dan keinginan untuk mengambil jeda menjadi alasan utama di balik keputusannya melepas atribut partai yang pernah ia pimpin.
“Sejak 1 Agustus 2026, saya mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Garuda Provinsi Bali sekaligus dari Partai Garuda. Untuk sementara saya ingin istirahat dari politik karena kesibukan,” ujar Ronny.
Rekam Jejak: Dari Caleg DPR RI hingga Tim Pemenangan Presiden
Keputusan rehat ini terbilang menarik mengingat rekam jejak Gung Ronny yang cukup aktif pada Pemilu 2024 lalu. Ia tidak hanya menjadi penggerak mesin partai di tingkat daerah, tetapi juga memegang peran strategis dalam kontestasi nasional:
- Pencalonan Legislatif: Berkompetisi sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Bali pada Pemilu 2024.
- Pemenangan Pilpres: Terlibat aktif dalam konsolidasi politik daerah yang mengawal kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Bali.
Pengalaman memimpin partai di tingkat provinsi serta rekam jejak elektoral pada 2024 menjadikan figur Gung Ronny sebagai salah satu aset politik yang memiliki basis daya tawar signifikan di Bali.
Teka-teki Langkah Politik Menuju Pemilu 2029
Mundurnya Gung Ronny secara otomatis memicu spekulasi mengenai arah konsolidasi politik Bali menjelang Pemilu 2029. Pengunduran diri lebih awal ini dinilai memberi ruang gerak yang fleksibel bagi dirinya untuk menentukan perahu politik baru.
Saat dikonfirmasi mengenai potensi bergabung dengan partai politik lain untuk persiapan kontestasi 2029, Ronny memilih menjaga kerahasiaan strateginya.
“Lihat dan tunggu,” jawab Gung Ronny singkat.
Sikap lambat-laun yang ditunjukkan Gung Ronny mengindikasikan bahwa masa rehat ini merupakan fase kalkulasi politik, sebelum ia memutuskan kendaraan politik baru yang sejalan dengan visi jangka panjangnya. (brv)