BANGLI | Dunia News Bali – Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim dan kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) diwujudkan melalui aksi sosial di Dusun Angansari, Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PYP Group, Lotus Peduli, dan Semeton MSP. Bantuan diberikan kepada tiga anak yatim piatu serta lima warga lansia yang tinggal di wilayah tersebut.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan sosial ini juga diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako bagi warga lansia dan keluarga penerima manfaat, serta santunan uang pendidikan bagi anak-anak yatim piatu.
Kedatangan para relawan mendapat sambutan dari masyarakat dan aparatur wilayah setempat. Kepala Dusun Angansari, Jero Bagi, bersama Bhabinkamtibmas turut mendampingi rangkaian kegiatan penyaluran bantuan tersebut.
Dari Semeton MSP, sejumlah relawan yang hadir di antaranya Wayan Windya, Nang Bonol, dan Jonoarta yang juga dikenal sebagai Mekal Subaya. Sementara dari PYP Group hadir Komang Kusuma Edy bersama sejumlah relawan lainnya.
Di balik kegiatan tersebut, perhatian para relawan tertuju pada semangat tiga anak yatim yang tetap berupaya melanjutkan pendidikan meski berada dalam keterbatasan. Ketiganya diketahui menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Tianyar.
Perwakilan tim relawan mengatakan, pertemuan langsung dengan anak-anak tersebut memberikan dorongan tersendiri untuk terus mengembangkan gerakan kepedulian sosial.
“Kami merasa sangat bersyukur dapat hadir dan berbagi di Angansari hari ini. Namun, yang paling membuat kami menaruh harapan tinggi adalah saat melihat langsung semangat anak-anak ini untuk bersekolah dan menempuh ilmu di Sekolah Rakyat Tianyar,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak yatim dengan kondisi seperti itu membutuhkan perhatian yang lebih luas dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dinilai penting agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Tim kolaborasi juga menilai keberadaan Sekolah Rakyat di Tianyar perlu mendapatkan perhatian dan dukungan berkelanjutan. Peran berbagai pihak dinilai dibutuhkan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat terus membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sementara terkait transparansi penggalangan dan penyaluran donasi, penyelenggara menyampaikan bahwa dana yang terkumpul melalui rekening PYP Group telah dicairkan. Dana tersebut saat ini mencukupi untuk mendukung bantuan sekolah bagi dua anak yatim serta penyaluran delapan paket sembako.
Gerakan sosial yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kolaborasi kemanusiaan ini diharapkan dapat terus berkembang sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk ikut memberikan dukungan, sehingga seluruh target bantuan bagi anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan dapat terpenuhi secara maksimal. (red/riza)