Japto Kembali Pimpin Pemuda Pancasila, Gung Cok Hadiri Mubes XI di Jakarta

JAKARTA | Dunia News Bali – Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila kembali menetapkan Japto Soelistyo Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila periode 2025–2030. Forum nasional yang berlangsung di Jakarta, Kamis (15/10/2026), tersebut juga menjadi momentum penguatan peran organisasi dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari partisipasi jajaran pengurus wilayah dalam forum nasional yang membahas arah kebijakan organisasi dan penetapan kepemimpinan Pemuda Pancasila untuk lima tahun mendatang.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Ketua MPR RI ke-15, sekaligus Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, menegaskan bahwa Mubes XI harus menjadi titik tolak transformasi organisasi kemasyarakatan tersebut menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Bamsoet, Pemuda Pancasila memiliki jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan energi, mengentaskan kemiskinan, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta menjaga persatuan bangsa.

“Sekarang rakyat ingin melihat apa manfaat kehadiran Pemuda Pancasila bagi kehidupan mereka. Berapa lapangan kerja yang bisa diciptakan, berapa UMKM yang berkembang, berapa petani yang terbantu, dan berapa keluarga miskin yang kehidupannya membaik. Mubes XI harus menjadi pijakan agar Pemuda Pancasila tampil sebagai kekuatan produktif yang ikut mengawal keberhasilan Asta Cita Presiden Prabowo hingga ke desa,” ujar Bamsoet saat menghadiri Mubes XI Pemuda Pancasila di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Baca juga:  DPRD Bali Murka, Perusahaan Tak Berani Teken Jaminan Akses Pura

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Sekretaris Jenderal Arif Rahman, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, serta anggota DPR RI Musa Rajekshah.

Japto Kembali Pimpin Pemuda Pancasila

Hasil Mubes XI menetapkan kembali Japto Soelistyo Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila periode 2025–2030. Tim formatur yang melibatkan 11 Ketua Majelis Pimpinan Wilayah tingkat provinsi turut menetapkan susunan kepengurusan baru.

Dalam struktur tersebut, Japto akan dibantu Johan Aripin Muba sebagai Ketua Pelaksana Harian dan Musa Rajekshah sebagai Sekretaris Jenderal. Kepengurusan juga diperkuat empat Wakil Ketua Umum, yakni Bambang Soesatyo, Arsad Rasyid, Arif Rahman, dan Roberto Rouw.

Bamsoet, yang pernah menjabat Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, menilai tantangan pembangunan Indonesia masih membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Ia menyoroti persoalan kemiskinan, keterbatasan kesempatan kerja, serta rendahnya pendapatan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sekitar 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk. Tingkat kemiskinan di perdesaan mencapai 10,67 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan sebesar 6,34 persen.

Baca juga:  Gangguan Listrik Lumpuhkan Bandara Ngurah Rai, Ribuan Penumpang Terdampak

Sementara itu, APBN 2026 mengalokasikan sekitar Rp164,7 triliun untuk ketahanan pangan dan Rp402,4 triliun bagi ketahanan energi. Menurut Bamsoet, besarnya anggaran tersebut perlu diikuti hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

Sebagai bentuk kontribusi konkret terhadap ketahanan pangan, Bamsoet menyampaikan rencana Pemuda Pancasila bekerja sama dengan APDESI Merah Putih untuk meresmikan gerakan pengembangan kandang ayam petelur di Kabupaten Serang, Banten, mulai 18 November 2026.

Program tersebut direncanakan diawali dengan pembagian 1.000 ekor ayam petelur kepada setiap desa. Kegiatan itu sekaligus akan dirangkaikan dengan pelantikan Majelis Pengurus Nasional Pemuda Pancasila periode 2025–2030.

Gerakan tersebut direncanakan diperluas ke 12 provinsi dengan target pengembangan 146 juta ekor ayam petelur untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Bamsoet yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen membutuhkan keterlibatan seluruh kekuatan masyarakat.

Pemuda Pancasila, menurut dia, dapat mengambil peran melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta kemitraan dengan dunia usaha. Jaringan organisasi juga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses pasar, pendidikan vokasi, dan berbagai peluang ekonomi produktif bagi masyarakat.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus menghasilkan pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik bagi rakyat. Pemuda Pancasila harus mengambil bagian dalam menciptakan pengusaha baru, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan kerja bagi generasi muda. Kita ingin Pemuda Pancasila dikenal sebagai organisasi yang menghadirkan solusi, menjaga persatuan, memberikan rasa aman, dan menjadi kekuatan produktif dalam pembangunan nasional,” urai Bamsoet.

Baca juga:  Perayaan Puncak HUT BPR-BPRS Nasional, Ketut Komplit: Makin Besar dan Diterima Masyarakat Bali

Bamsoet, yang juga mengajar pada program pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan, dan Universitas Jayabaya, mengingatkan bahwa tantangan bangsa semakin kompleks di tengah ketegangan geopolitik, persaingan ekonomi global, ancaman krisis energi, perubahan iklim, dan perkembangan kecerdasan buatan.

Kondisi tersebut menuntut organisasi kemasyarakatan untuk memiliki kader yang terdidik, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, Pemuda Pancasila perlu memperkuat pendidikan kebangsaan, literasi digital, keterampilan teknologi, kesiapsiagaan bencana, dan solidaritas sosial.

Menurut Bamsoet, organisasi kemasyarakatan harus mampu memberikan rasa aman dan menjadi perekat persatuan, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, konflik sosial, maupun bencana alam.

“Pemuda Pancasila harus menjadi organisasi yang dicari rakyat ketika menghadapi kesulitan. Saat bencana datang seperti banjir, longsor dan kebakaran hutan, kader harus hadir membantu. Ketika terjadi konflik sosial, kader harus menjadi penengah. Ketika rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, organisasi harus ikut membuka jalan keluar,” tegasnya.

Ia berharap Pemuda Pancasila semakin mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan keterlibatan langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inilah wajah Pemuda Pancasila yang kita harapkan, kuat dalam solidaritas, matang dalam pemikiran, dan nyata dalam pengabdian,” pungkas Bamsoet. (red/riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top