RS Mata Bali Mandara Kembangkan Inovasi Telekonsultasi B-MARC untuk Layanan Refraksi
Oleh: dr. I.A. Gita Puspita
Saat ini kelainan refraksi merupakan gangguan kesehatan penglihatan dengan angka kesakitan paling tinggi yang ditemukan di berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga warga lanjut usia. Kondisi tersebut menuntut kemajuan teknologi pelayanan refraksi untuk dapat menanganinya. Saat ini teknologi layanan refraksi yang ada telah beragam, sehingga semakin tersedia banyak pilihan bagi masyarakat, termasuk masyarakat Bali.
Rumah Sakit Mata Bali Mandara sebagai salah satu rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali juga telah berupaya mengikuti perkembangan ini melalui penyediaan layanan refraksi yang cukup lengkap. Layanan yang telah disediakan itu meliputi Orthokeratology (Ortho-K), LASIK (FemtoLASIK dan SMILE), Implantable Collamer Lens (ICL), Refractive Lens Exchange (RLE), serta layanan operasi katarak dengan lensa premium, serta berbagai layanan pendukung lainnya. Lengkapnya pelayanan refraksi yang telah disediakan Rumah Sakit Mata Bali Mandara tentunya diharapkan tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Bali, namun warga negara asing dan wisatawan yang sedang berada di Bali dan membutuhkan layanan refraksi. Orientasi segmen pasien yang semakin beragam ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah menetapkan RS Mata Bali Mandara sebagai rumah sakit wisata medis.
Kebijakan tersebut menjadi landasan bagi RS Mata Bali Mandara untuk tidak hanya menyediakan teknologi medis, tetapi juga melakukan transformasi pelayanan dengan pendekatan Connected Patient Care, yaitu pelayanan yang menghubungkan kebutuhan pasien dengan berbagai tahapan pelayanan rumah sakit secara lebih terintegrasi. Telekonsultasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung transformasi tersebut, yang khususnya dilakukan untuk memperluas akses informasi dan konsultasi awal, sebelum pasien datang ke rumah sakit. Pendekatan Connected Patient Care pada pelayanan refraksi dilakukan melalui inovasi yang bernama Bali Mandara Refraksi Center/B-MARC, yaitu teknologi telekonsultasi yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi awal terkait kebutuhan pelayanan refraksi.
Melalui pemanfaatan sarana digital, calon pasien diharapkan dapat mengenal pilihan layanan yang tersedia, menyampaikan kebutuhan awal, memperoleh edukasi, serta mengetahui tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani pemeriksaan langsung di rumah sakit. Telekonsultasi memiliki nilai yang amat strategis bagi masyarakat yang berdomisili di luar Bali. Sebelum melakukan perjalanan, calon pasien dapat memperoleh informasi awal mengenai layanan refraksi RS Mata Bali Mandara, sehingga kunjungan ke rumah sakit dapat direncanakan dengan lebih baik. Pendekatan ini diharapkan membantu pasien memahami proses pelayanan, mempersiapkan kebutuhan administrasi dan pemeriksaan, serta mengurangi ketidakpastian sebelum berkunjung ke rumah sakit.
Telekonsultasi tidaklah menggantikan seluruh pemeriksaan tatap muka. Penilaian kondisi mata dan penentuan kelayakan tindakan tetap dilakukan melalui pemeriksaan klinis yang diperlukan sesuai standar profesi dan indikasi medis. Telekonsultasi berfungsi sebagai bagian dari perjalanan pelayanan pasien, bukan sebagai pengganti pemeriksaan komprehensif. Inovasi Telekonsultasi B-MARC yang tengah dikembangkan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pasien dalam memperoleh informasi, meningkatkan pemahaman mengenai pilihan pelayanan refraksi, serta membantu efisiensi waktu dan perjalanan, terutama bagi pasien yang berasal dari luar Bali.
Bagi RS Mata Bali Mandara, inovasi ini menawarkan nilai tambah karena dapat memperluas jangkauan informasi layanan, meningkatkan pemanfaatan portofolio pelayanan refraksi, serta memperkuat daya saing rumah sakit melalui transformasi pelayanan digital. Pendekatan yang lebih terintegrasi juga dapat mendukung kesinambungan komunikasi antara pasien dan rumah sakit. Dengan demikian, pengembangan inovasi Telekonsultasi B-MARC memiliki arti strategis yang lebih luas daripada inovasi pelayanan di tingkat rumah sakit. Inisiatif ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan daya saing Provinsi Bali dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan mata.
Inovasi ini akan membuka peluang bagi Bali untuk semakin memperkuat peran dan positioning-nya sebagai destinasi wisata dengan standar pelayanan kesehatan yang berkualitas. Integrasi antara keramah-tamahan a la Bali, pelayanan medis yang profesional, kemudahan akses digital, dan dukungan ekosistem industri pariwisata menjadi nilai tambah dalam pengembangan wisata medis di Bali.
Dalam jangka panjang, pengembangan inovasi Telekonsultasi B-MARC diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan di daerah, memperluas jangkauan pasar rumah sakit, mendorong aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan wisata medis, serta membuka peluang peningkatan pendapatan rumah sakit dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberhasilan inovasi Telekonsultasi B-MARC memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk penguatan mutu pelayanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, promosi yang terarah, dan kolaborasi dengan ekosistem wisata medis di Bali. (dnb13)
Penulis adalah ASN pada RS Mata Bali Mandara