Bank BPD Bali Kian Dekat Naik Kelas ke KBMI 2, Kinerja Awal 2026 Tumbuh Positif

IMG-20260411-WA0021
Bank Pembangunan Daerah Bali (Foto: Ist)

DENPASAR | Dunia News Bali – Bank BPD Bali mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I 2026, seiring langkah strategis menuju peningkatan kategori menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Modal inti bank telah mencapai Rp5,7 triliun, mendekati ambang batas minimum Rp6 triliun sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

Capaian tersebut ditopang oleh tambahan setoran modal dari pemegang saham sebesar Rp746 miliar, serta kinerja keuangan yang tetap terjaga sepanjang awal tahun. Dengan tren ini, Bank BPD Bali optimistis dapat naik kelas menjadi KBMI 2 pada 2026, sebagaimana tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyebutkan bahwa pertumbuhan positif didorong oleh ekspansi kredit yang agresif namun terarah, khususnya pada sektor produktif. Selain itu, peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang didukung komposisi CASA yang stabil, serta inovasi layanan digital turut memperkuat kinerja perseroan.

Ia menegaskan, penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan publik. Ke depan, bank akan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan sinergi lintas lini, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan guna memperkuat daya saing.

Baca juga:  Pansus TRAP Bongkar Dugaan Penyelundupan Hukum di Balik Alih HGB Bali Handara

Dari sisi kinerja, total aset Bank BPD Bali per Maret 2026 tercatat Rp42,71 triliun atau tumbuh 8,23 persen secara tahunan. Penyaluran kredit mencapai Rp25,29 triliun, naik 8,66 persen (yoy), sementara penghimpunan DPK mencapai Rp35,46 triliun atau meningkat 5,36 persen (yoy).

Komposisi kredit didominasi sektor UMKM yang mencapai 52,09 persen dari total portofolio. Komitmen terhadap sektor ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp78,41 miliar hingga Maret 2026.

Tak hanya itu, program KUR juga menunjukkan efektivitas melalui peningkatan debitur yang naik kelas (graduasi) ke produk KUSUMA dengan total penyaluran mencapai Rp1,27 triliun. Hal ini mencerminkan keberhasilan dalam mendorong pelaku UMKM berkembang dan meningkatkan skala usaha.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap terjaga rendah di level 0,84 persen, dengan coverage ratio kuat sebesar 454,52 persen. Kondisi ini menunjukkan penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian yang konsisten.

Sementara itu, struktur pendanaan bank juga tergolong efisien, tercermin dari rasio CASA sebesar 66,13 persen. Tingginya dana murah ini menjadi indikator kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan Bank BPD Bali.

Baca juga:  Senator AWK Dukung Bali SPA Bersatu, Perjuangan Etika dan Legalitas Berlanjut

Transformasi digital turut menjadi pendorong pertumbuhan. Hingga Maret 2026, pengguna BPD Bali Mobile mencapai 282.677 user. Layanan digital ini berkontribusi pada peningkatan fee based income sebesar 24,18 persen (yoy), sekaligus memperkuat sumber pendapatan non-bunga.

Efisiensi operasional juga terjaga, dengan rasio BOPO berada di angka 60,12 persen. Dari sisi profitabilitas, kinerja bank tercermin pada ROA sebesar 4,31 persen dan ROE sebesar 30,03 persen, serta LDR di level 71,32 persen yang menunjukkan kemampuan penyaluran kredit yang sehat.

Bank BPD Bali juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, termasuk keamanan siber dan perlindungan data. Inovasi digital yang dikembangkan meliputi BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, hingga QRIS Crossborder yang telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Saat ini, bank juga tengah mempersiapkan implementasi QRIS lintas negara dengan Korea Selatan.

Atas konsistensi kinerja dan kontribusi terhadap perekonomian daerah, Bank BPD Bali turut meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional hingga Triwulan I 2026.

Sebagai lembaga keuangan, Bank BPD Bali berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.

Baca juga:  FERARI Kukuhkan 11 Advokat Baru, Teguh Samudera: Kode Etik Harus Dijaga

Disclaimer:

Kinerja keuangan Triwulan I 2026 mencerminkan capaian masa lalu dan tidak menjadi jaminan atas hasil di masa mendatang. Perubahan kondisi ekonomi dan industri dapat memengaruhi kinerja. Masyarakat diimbau untuk tetap memahami risiko sebelum mengambil keputusan finansial. (red/rls)

Berita Terpopular