Dari Serangan untuk Bali: BTID Dukung Pelestarian Bahasa Daerah

IMG-20260204-WA0014
Suasana pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 di Kelurahan Serangan, Denpasar, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

DENPASAR | Dunia News Bali – Kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 resmi digelar serentak di seluruh Bali pada 1–28 Februari 2026. Mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, rangkaian kegiatan ini menghadirkan berbagai lomba, pementasan seni, konservasi lontar, hingga pameran teknologi bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai upaya memperkuat jati diri Krama Bali.

Program tahunan ini bertujuan menjaga keberlanjutan peradaban, bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah derasnya arus globalisasi. Pemerintah Provinsi Bali melalui kegiatan ini juga berupaya memastikan budaya lokal tetap hidup dan digunakan, khususnya oleh generasi muda.

Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami, menjelaskan bahwa Bulan Bahasa Bali rutin diselenggarakan setiap tahun. Di wilayah Kelurahan Serangan, kegiatan tingkat kelurahan berlangsung pada 3 Februari 2026 dan akan berlanjut ke tingkat kota pada 13 Februari 2026.

“Lomba yang digelar menggunakan dana APBD Desa Adat Serangan adalah lomba Nyurat Aksara Bali, yang diikuti siswa SD kelas 2 dan 3,” ujar Sukanami.

Selain itu, juga digelar lomba Ngwacen yang diikuti oleh anggota Seka Truna serta pelajar SMA dan SMK. Sementara lomba Mesatwa Bali diikuti oleh ibu-ibu PKK dari enam banjar adat di wilayah Desa Adat Serangan.

Baca juga:  DPRD dan Bupati Badung Finalkan Empat Perda, APBD 2026 Dipatok Rp12,1 Triliun

Dalam mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Adat Serangan turut menggandeng pihak swasta. Salah satunya adalah PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang berkontribusi melalui bantuan souvenir, piagam penghargaan, dan konsumsi peserta.

“Kami selalu berkolaborasi dengan BTID setiap tahun dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tambah Sukanami.

Sementara itu, Kepala Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan dukungan terhadap Bulan Bahasa Bali merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat literasi budaya Bali sebagai identitas generasi muda, khususnya di wilayah Serangan.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Bali,” imbuhnya.

Salah satu peserta lomba Mesatwa Bali, Ni Putu Priliyanti, wiraswasta sekaligus penari asal Banjar Kaja Serangan, turut ambil bagian dengan membawakan cerita berjudul “Men Tiwas len Men Sugih”.

“Dalam lomba Mesatwa ada dua pilihan cerita, yakni Bawang Teken Kesuna dan Men Tiwas len Men Sugih,” ungkapnya.

Baca juga:  Hadirkan Premium Outlet dan Sekolah Interkultural, KEK Kura Kura Bali Segera Siap Beroperasi

Ia mengaku hanya menjalani latihan selama lima hari secara mandiri dan otodidak, dengan memanfaatkan bahasa sehari-hari. Dalam tradisi Bali, penggunaan bahasa dikenal memiliki beberapa tingkatan, seperti Basa Alus, Basa Madia, dan Basa Andap.

Saat ditanya mengenai target kemenangan, Priliyanti mengaku tidak memasang ekspektasi tinggi.

“Saya pasrah saja. Banyak peserta lain yang kemampuannya lebih baik,” tuturnya.

Melalui Bulan Bahasa Bali VIII, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan terus terjalin demi menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari dan relevan sepanjang zaman. (red/ich)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2