D’MADAZ Rilis “Seandainya”, Lagu Rock Penuh Luka untuk Pejuang Single Parent

Screenshot_20260421_224126_Gallery
Ilustrasi seorang anak yang memendam luka batin di tengah pertengkaran orang tua, gambaran nyata dampak broken home yang terbawa hingga dewasa. (Foto: Sunarko)

DENPASAR | Dunia News Bali – Di balik gemerlap panggung musik, tersimpan kisah-kisah sunyi yang jarang terdengar. Realitas sosial tentang anak-anak korban perpisahan keluarga (broken home) menjadi latar emosional yang kuat dalam karya terbaru grup band D’MADAZ.

Melalui single berjudul “Seandainya”, seniman Sunarko SE menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam.

Potret Nyata di Balik Dentuman Rock

“Seandainya” bukan sekadar lagu rock biasa. Lagu ini merekam potret ketegaran seseorang di tengah runtuhnya sebuah hubungan. Dengan nuansa rock 90-an yang kental, perpaduan lirik jujur dan permainan gitar yang emosional menghadirkan suasana yang menghanyutkan.

Namun lebih dari itu, lagu ini berbicara tentang perjuangan seorang single parent, sosok yang harus berdiri sendiri setelah badai perpisahan.

Cerita di Balik Lirik yang Menggugah

Lagu ini menggambarkan suasana sunyi dalam sebuah rumah, ketika tawa anak menjadi satu-satunya pelipur lara di tengah tekanan hidup dan kenangan pahit.

“Seandainya” mengangkat momen transisi yang menyakitkan, saat kata “kita” berubah menjadi “aku”. Sebuah fase ketika seseorang harus bangkit dan menjadi pahlawan bagi anaknya, meski dalam kondisi yang tidak mudah.

Baca juga:  Pemuda Katolik Bali Serukan Generasi Muda Tetap Tenang dan Kedepankan Dialog

Mengapa “Seandainya” Begitu Mengena?

Vokal Emosional dan Kuat

Penyampaian vokal yang penuh tenaga berhasil menyalurkan emosi antara luka dan harapan, mengingatkan pada era grunge dan slow rock 90-an.

Lirik Reflektif

Kata-kata dalam lagu ini menjadi cerminan kegelisahan banyak orang yang pernah mengalami kegagalan dalam hubungan.

Energi yang Menguatkan

Meski dibalut kesedihan, lagu ini membawa pesan bahwa menjadi single parent bukanlah tanda kekalahan, melainkan bentuk kekuatan untuk terus melangkah.

Dedikasi untuk Para Pejuang Kehidupan

Sunarko SE menegaskan bahwa lagu ini merupakan bentuk penghormatan bagi mereka yang tetap bertahan dalam situasi sulit.

D’MADAZ – Seandainya

https://open.spotify.com/track/42ngfmVTP9ovjsZFpcFHhA?si=AjifIP-ETVGT_y0Mw5Kbqw

“Lagu ini saya dedikasikan untuk mereka yang tetap memilih berjuang meski separuh jiwanya telah pergi. Untuk mereka yang harus menjadi ayah sekaligus ibu dalam satu waktu,” ujarnya.

Tersedia di Platform Digital

“Seandainya” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, TikTok, hingga layanan streaming lainnya. Lagu ini diharapkan menjadi pelukan emosional bagi siapa saja yang tengah berjuang dalam kesendirian.

Baca juga:  BEIF 2026: Bali Kejar Investasi Hijau, Infrastruktur Jadi Kunci Masa Depan Pariwisata

 

Data Lagu:

Judul: Seandainya

Artis: D’MADAZ

Pencipta: Sunarko SE

Publisher: PT. Pragita Prabawa Pustaka

Platform: Spotify, YouTube Music, TikTok, Meta, dan layanan streaming digital lainnya. (red/rls)

Berita Terpopular