GIANYAR | Dunia News Bali – Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali ditegaskan. Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menyatakan Presiden telah memberikan arahan langsung agar proyek strategis tersebut segera ditindaklanjuti.
Pernyataan itu disampaikan Dudung saat menghadiri pertemuan bersama para penglingsir puri se-Bali dan jajaran PT BIBU Panji Sakti di Puri Ageng Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (29/7/2026).
Menurut Dudung, respons Presiden berawal dari aspirasi yang disampaikan para penglingsir puri se-Bali ketika berkunjung ke kantornya beberapa waktu lalu. Setelah pertemuan tersebut dipublikasikan melalui media, Presiden Prabowo langsung memberikan perhatian terhadap usulan percepatan pembangunan Bandara Bali Utara.

“Alhamdulillah setelah beberapa hari para raja-raja Bali bertemu saya di kantor, kemudian langsung memberikan pernyataan kepada media. Rupanya hal itu langsung direspons oleh Bapak Presiden,” ujar Dudung.
Sebagai langkah awal, Presiden kemudian menghubungi Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, untuk menyiapkan tindak lanjut pembangunan. Selanjutnya, Aries melakukan koordinasi dengan Dudung guna mempersiapkan tahapan lanjutan proyek tersebut.
“Presiden kemudian menghubungi Pak Aries Marsudiyanto selaku Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), lalu beliau menelepon saya untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Bandara Bali Utara,” ungkapnya.
Dudung menjelaskan, tindak lanjut arahan Presiden akan dibahas dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis (30/7/2026) pukul 09.00 WITA. Rapat tersebut akan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, serta dirinya.
Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan langkah konkret agar pembangunan Bandara Bali Utara dapat segera direalisasikan. Kehadiran bandara baru itu dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali Utara, sehingga tidak lagi bertumpu pada Bali Selatan.
“Kamis pukul 09.00 WITA saya akan bertemu dengan Gubernur Bali, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kepala Bappisus. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung dari Bapak Presiden. Mudah-mudahan apa yang diinstruksikan beliau dapat berjalan dengan baik dan menjadi harapan kita semua, sehingga Bali Utara memiliki penyeimbang bagi perkembangan Bali Selatan,” katanya.
Bandara Internasional Bali Utara sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Program tersebut kemudian dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025.
Regulasi tersebut menjadi tindak lanjut dari komitmen Presiden Prabowo yang sebelumnya disampaikan saat berada di Sanur, Bali, pada 3 November 2024. Saat itu, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap pembangunan North Bali International Airport sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Pulau Bali. (red/riza)