Hadapi Tantangan Era Digital, Mafindo dan Kemenag Bali Bekali Guru dengan Literasi AI

20260219_165209

Denpasar | dunianewsbali – Upaya peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bali bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali secara resmi melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial AI Goes To School, Rabu (19/2/2026).

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Mafindo yang menargetkan pendampingan terhadap 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Di Bali, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 180 guru madrasah dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Bali.

AI Goes To School dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman komprehensif terkait teknologi kecerdasan artifisial (AI), mulai dari konsep dasar AI, etika pemanfaatannya, manajemen prompt, hingga penerapan AI untuk pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas, serta peningkatan kinerja dan administrasi guru. Peserta juga mendapatkan akses ke Learning Management System (LMS) Mafindo Institute agar dapat mempelajari materi secara berkelanjutan.

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Bali. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam, Isyatir Rodiyah, menyampaikan bahwa pelatihan AI Goes To School memberikan manfaat nyata bagi guru di era digital.

Baca juga:  Transformasi Kepemimpinan di Hakuhodo Internasional Indonesia: Devi Attamimi Resmi Jadi Group CEO

Menurutnya, pembelajaran AI tidak hanya berhenti pada teori, tetapi langsung dipraktikkan sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu guru dalam menyusun RPP, modul ajar, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Ia juga berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dari tingkat dasar hingga lanjutan, agar masyarakat Bali semakin tangguh menghadapi misinformasi berbasis AI.

Sementara itu, Koordinator Mafindo Wilayah Bali, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Mafindo dalam memerangi hoaks dan disinformasi melalui pendekatan literasi digital yang lebih mendalam.

Ia menegaskan bahwa Mafindo tidak hanya berfokus pada kemampuan mengenali hoaks, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak. AI memiliki potensi besar untuk membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih personal, efisien, dan relevan. Namun di sisi lain, risiko penyalahgunaan AI, termasuk dalam produksi hoaks, juga perlu diantisipasi melalui edukasi yang tepat.

Pelaksanaan AI Goes To School di Bali menjadi wujud nyata kolaborasi antara Mafindo dan Kanwil Kemenag Provinsi Bali dalam mendukung peningkatan kompetensi digital guru madrasah. Diharapkan, para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing, sekaligus menjadi percontohan dalam penerapan kurikulum berbasis teknologi yang bertanggung jawab.

Baca juga:  Orca Billiards Bali Hadirkan Nuansa Biliar Berkualitas Dan Ramah Keluarga

Program AI Goes To School sendiri didukung oleh sejumlah mitra strategis, antara lain Google.org, AVPN, serta Asian Development Bank (ADB). Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperluas pemerataan literasi digital hingga ke akar rumput pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. (*)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan