TABANAN – Dunianewsbali.com, Destinasi Pariwisata Warisan Dunia (DTW) Jatiluwih terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi transformasi digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelatihan inovasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar bekerja sama dengan Politeknik Internasional Bali (PIB College Bali), Kamis (11/12), bertempat di kawasan DTW Jatiluwih.
Pelatihan bertajuk “In the Context of Artificial Intelligence (AI) Innovation & Practices to Empower Local Community” ini menyasar jajaran staf manajemen DTW Jatiluwih. Kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman dan praktik pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta daya saing destinasi pariwisata di tingkat global.

Manajer DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi, khususnya AI, menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin kompetitif.
“Peningkatan kualitas dan profesionalisme staf melalui penguasaan teknologi merupakan keniscayaan. Kami berharap AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam pengelolaan warisan budaya dan alam Jatiluwih,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari tingkat internasional dan nasional, mencerminkan keseriusan PIB College Bali dalam menghadirkan materi yang relevan dan aplikatif bagi komunitas lokal.
Narasumber internasional, Ms. Alice Kan Laoshi, dosen dari Shandong Vocational University of Technology, Tiongkok, memaparkan tren global serta studi kasus terkini penerapan AI di sektor pariwisata. Materi tersebut memberikan wawasan internasional mengenai integrasi AI dalam strategi pemasaran dan peningkatan pengalaman wisatawan.

Sementara itu, narasumber nasional Ms. Made Herry Erika Sedana, S.E., M.Tr. Par., M.Sc., selaku Director of Partnership & Event PIB College Bali, menyampaikan materi bertajuk “Empower Local Community Through Effective Objection Handling”. Sesi ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan layanan pelanggan, khususnya dalam menangani keluhan dan keberatan wisatawan secara profesional, efektif, dan berorientasi pada solusi.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta yang merupakan staf manajerial inti DTW Jatiluwih tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan komitmen peserta untuk mengadopsi pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan operasional sehari-hari di kawasan yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh PIB College Bali, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan teknologi mutakhir, institusi pendidikan diharapkan mampu berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi dan pariwisata lokal.
Ke depan, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong staf manajemen DTW Jatiluwih menjadi pelopor dalam penerapan inovasi AI, sehingga semakin memperkokoh posisi Jatiluwih sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang dikelola secara modern, adaptif, dan profesional. (red/tim)